Operasi Pasar Murah, Jawa Barat Siapkan Rp 10 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memilih buah-buahan yang ditawarkan di Pasar Murah di Kementerian Perdagangan, Jakarta, 25 Juni 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung memilih buah-buahan yang ditawarkan di Pasar Murah di Kementerian Perdagangan, Jakarta, 25 Juni 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan Arief mengatakan, sudah 23 daerah di Jawa Barat meminta operasi pasar murah. Sisanya sebanyak empat daerah yang belum meminta yakni Depok, Kota Sukabumi, Karawang serta Garut. "Kami ploting rata-rata tiap daerah dua hari antara tanggal 6 Juli sampai 14 Juli," kata dia di Bandung, Rabu, 1 Juli 2015.

    Pemerintah Jawa Barat menyiapkan Rp 10 miliar untuk operasi pasar murah sepanjang tahun ini. "Daerah yang paling kecil mengajukan untuk seribu KK (Kepala Keluarga), sampai paling bayak 12 ribu KK. Perhitungannya mungkin anggarannya sampai Rp 8,5 miliar," kata Ferry.

    Menurut Ferrry, pasar murah yang dilakukan itu dengan cara menjual bahan makanan dengan harga yang sudah disubsidi. "Kami mencoba bedakan dengan operasi pasar Bulo yang mengadakannya di pasar, kita sengaja melakukannya di kantor desa, keluarah, atau kecamatan untuk mendekatkan dengan rumah tangga sasaran," kata dia.

    Lima bahan makanan yang dijual dalam operasi pasar murah itu. Pertama beras maksimal 5 kilogram dengan harga subsidi Rp 5.500 per kilogramnya, gula pasir maksimal 3 kilogram dengan subsidi Rp 5.500 per kilogramnya, minyak goreng maksimal 3 liter dengan subsidi Rp 7 ribu per liter, telur ayam maksimal 3 kilogram dengan subsidi Rp 10 ribu per kilogram, terakhir daging sapi hanya 1 kilogram dengan subsidi Rp 50 ribu.

    Ferry mengatakan, memasuki minggu kedua puasa harga mulai turun. Diantaranya cabe merah, bawang, telur, dan daging ayam, empat komditas yang sempat melonjak sepekan sebelum puasa. Komoditas pabrikan seperit beras, tepung terigu juga masih stagnan. "Daging sapi juga sempat turun Rp 2 ribu setelah sempat naik Rp 5 ribu," kata dia.

    Menurut Ferry, biasanya harga akan kembali melonjak sepekan jelang Lebaran. "Dari siklus yang selama ini dipelajari, saya mengkhawatirkan di seminggu sebelum Lebaran ada tren lagi harga naik. Masyarakat juga mulai membelanjakan TNR dan gaji ke 13-nya," kata dia.

    Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Dody Gunawan Yusuf mengatakan, inflasi Jawa Barat sepanjang Juni 2015 relatif aman. "Kemarin langkah antisipasinya sudah berjalan di awal dengan melakukan operasi pasar di beberapa tempat," kata dia di kantornya, Rabu, 1 Juli 2015.

    BPS mencatat inflasi di Jawa Barat sepanjang Juni 2015 tercatat 0,51 persen. Inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2015) tercatat 0,73 persen dan laju inflasi tahunan atau year on year sebesar 6,51 persen. “Kalau tidak ada langkah-langkah pengendalian, inflasi bisa di atas 1 persen,” kata Dody.

    Infalasi tercatat terjadi di tujuh kota yang menjadi pantauan BPS.Tertinggi terjadi di Kota Bandung yakni dan Kota Tasik yakni 0,72 persen, sementara selebhnya di bawah itu. Daging dan produknya serta bumbu-bumbuan menjadi penyumbang inflasi terbesar, yakni daging ayam ras, telur, cabe merah, serta bawang merah.

    Dody menyarankan agar pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas bersubsidi. ”Penyesuaian harga kalau ada, jangan ditumpuk semuanya,” kata dia. “Paling tidak ada jeda waktu jangan sebulan atau dua bulan, tapi menunggu sampai satu triwulan. “

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.