H-10 Lebaran, Rest Area di Jalan Tol Cipali Dijanjikan Beres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) yang baru dibangun di kawasan Cikedung, Indramayu, 11 Mei 2015. Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) memiliki panjang 116,75 km. TEMPO/Tony Hartawan

    Warga melintas di jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) yang baru dibangun di kawasan Cikedung, Indramayu, 11 Mei 2015. Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) memiliki panjang 116,75 km. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COBandung - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Moechgiyarto mengatakan persiapan Jalan Tol Cipali menghadapi puncak arus mudik akan tuntas pada H-10 Lebaran. Ia mengatakan saat ini jalan tol yang menghubungkan Cikopo-Palimanan tersebut masih terkendala dengan belum rampungnya rest area, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan rambu lalu lintas.

    "Pembangunan sedang berjalan terutama di jalur Pantura Cipali itu. Janjinya H-10," ujar Moechgiyarto kepada wartawan setelah melaksanakan perayaan hari ulang tahun Polri di Mapolda Jawa Barat, Rabu, 1 Juni 2015.

    Menurut dia, selain infrastruktur, polisi juga akan memperketat keamanan di sepanjang Jalan Tol Cipali. Menyusul adanya aksi demonstrasi warga yang menuntut ganti rugi pembebasan tanah di kawasan Majalengka. "Kami mengantisipasi dengan menyiagakan personel untuk pengamanan di sana," katanya.

    Sekitar 30.192 personel kepolisian dikerahkan Polda Jawa Barat selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Personel itu terdiri atas satuan polisi, TNI, Satpol PP, patroli keamanan sekolah, dan pramuka. 

    Selain di Jalan Tol Cipali, Moechgiyarto mengatakan persiapan telah dilakukan di jalur selatan dan Pantai Utara Jawa Barat. Di sepanjang jalan tersebut telah dipersiapkan posko-posko kepolisian dan kesehatan.

    Untuk menyelesaikan perbaikan jalan dan rambu-rambu lalu lintas yang belum rampung, Moechgiyarto akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. "Apakah sudah benar-benar selesai masalah rest area-nya, reflektornya sudah dipasang, dan rambu lalu lintas yang kita temukan sudah dipasang atau belum, dan di jalur lain yang masih rusak sudah belum, itu akan kita cek," tuturnya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.