Korban Pesawat Hercules Ini Sempat Menelepon Istrinya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AU berdiri disamping peti jenazah prajurit TNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 saat proses pengembalian jenazah korban di Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. ANTARA/Septianda Perdana

    Prajurit TNI AU berdiri disamping peti jenazah prajurit TNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 saat proses pengembalian jenazah korban di Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.COMadiun - Sersan Dua Syamsir Wanto, 35 tahun, menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 yang akan dimakamkan di Madiun, Jawa Timur. Jenazah Syamsir akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

    "Informasinya, sore nanti jenazah akan tiba di rumah duka," kata Edi Sujono, 64 tahun, ayah mertua Syamsir, saat ditemui di rumahnya di Jalan Borobudur, Madiun, Rabu, 1 Juli 2015.

    Hingga Rabu siang, rumah duka sudah banyak didatangi warga yang bertakziah. Sejumlah personel TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi di Magetan juga bersiaga di lokasi yang sama. Mereka menunggu kedatangan jenazah almarhum yang beberapa waktu terakhir bertugas di Depo 60 Lanud Iswahjudi ini.

    Edi melanjutkan, pada Ahad malam, 28 Juni, 2015 menantunya berangkat ke Lanud Abdurahman Saleh, Malang, untuk ikut mengirim amunisi menggunakan pesawat Hercules C-130. Selasa pagi, 30 Juni 2015 sekitar pukul 11.15 WIB, Syamsir menghubungi istrinya, Anata Kumala Wardani, 35 tahun, yang tinggal di Madiun.

    "Waktu itu dia (Syamsir) memberi tahu sedang transit di Medan dan akan berangkat ke Tanjung Pinang," ujar Edi, sembari menyatakan bahwa komunikasi Syamsir dengan istrinya dilakukan melalui sambungan telepon seluler selama sepuluh menit. Selain berbicara dengan istrinya, dia juga mengobrol dengan kedua anaknya, yaitu Destasha Gabriela Putri Syam, 8 tahun, dan Ananda Rizki Putra Syam, 5 tahun.

    Selang beberapa menit kemudian, pesawat Hercules C-130 milik TNI AU yang ditumpangi jatuh di permukiman di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara. Pihak keluarga yang pertama kali menerima informasi kecelakaan maut itu awalnya masih berharap Syamsir selamat.

    Setelah menerima kabar itu, pihak keluarga syok. Mereka tidak mengira Syamsir menjadi salah satu korban tewas jatuhnya pesawat Hercules C-130. Meski demikian, takdir harus dihadapi.

    Tri Warsini, ibu mertua Syamsir, berharap jenazah menantunya yang berasal dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, segera tiba di rumah duka. "Inginnya seperti itu," ucapnya lirih sembari menahan air mata.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.