Wali Kota Solo Nasihati Jokowi Soal Reshuffle  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur terpilih DKI Jakarta, Jokowi Dodo didampingi Wawali Solo FX Hadi Rudyatmo saat acara Silaturahmi Jokowi-Rudy di Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, (5/10). ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo

    Gubernur terpilih DKI Jakarta, Jokowi Dodo didampingi Wawali Solo FX Hadi Rudyatmo saat acara Silaturahmi Jokowi-Rudy di Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, (5/10). ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo

    TEMPO.COJakarta – Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo terkait dengan perombakan atau reshuffle kabinet. Kepada koleganya itu, Rudi—sapaan Hadi—meminta agar Jokowi lebih banyak mendengar sebelum menentukan pilihan.  ‎

    "Jadi pendengar yang baik. Selalu sampaikan agar mendengar dulu, melihat, baru berbuat. Jangan berbuat baru mendengar," kata Rudi setelah bertemu Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, ‎Rabu, 1 Juli 2015. 

    Rudi mengatakan tip itu sebenarnya sudah pernah diterapkan Jokowi ketika masih berduet dengannya saat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo. Mereka, kata Rudi, selalu mengecek ke lapangan. 

    Walaupun memberi saran, Rudi membantah jika pertemuannya itu membicarakan soal reshuffle kabinet. Dia mengaku hanya melaporkan hasil kepanitiaan pernikahan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, pada bulan lalu. 

    Rudi pun mengatakan tak ikut mencampuri soal reshuffle kabinet. "Itu hak beliau. Saya ndak punya kepentingan apa pun. Yang penting harus bisa milih sosok yang tepat saja," ujarnya berpesan. 

    Jokowi pekan ini memang beberapa kali memanggil orang dekatnya untuk membahas ‎kinerja kabinet. Mereka yang diajak berdiskusi di antaranya bekas Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif dan beberapa ekonom. 

    Kabar reshuffle kabinet memang terus berembus dari Istana. Presiden Jokowi dikabarkan tak puas dengan kinerja sejumlah menterinya. Perlambatan ekonomi yang terus terjadi plus melemahnya nilai tukar rupiah membuat Jokowi dikabarkan akan segera merombak sejumlah menteri pada sektor ekonomi. 

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.