Risma Ancam Pidanakan Pembawa Gelandangan dan Anak Jalanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak jalanan. ADEK BERRY/Getty Images

    Ilustrasi anak jalanan. ADEK BERRY/Getty Images

    TEMPO.COSurabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengancam akan memidanakan orang-orang yang sengaja dan terbukti membawa gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan (anjal) yang diperkirakan semakin meningkat menjelang Lebaran. Alasannya, hampir tidak mungkin mereka ke Kota Surabaya tanpa ada yang membawa atau membimbing. 

    “Saya ingin cari siapa yang bawa mereka. Saya akan pidanakan,” kata Risma kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Selasa, 30 Juni 2015.

    Selama ini, Risma mengaku pihaknya masih kucing-kucingan mengatasi masalah ini. Aparat Pemerintah Kota Surabaya selalu merazia dan menangkap gepeng dan anjal. Tapi mereka terus berdatangan. “Pokoknya tak ada ampun. Jika ketemu gepeng dan anjal, langsung bawa ke Liponsos,” ucapnya. Liponsos adalah Lingkungan Pondok Sosial milik Pemkot untuk menampung dan membina gepeng dan anjal. 

    Menurut Risma, gepeng dan anjal sangat berpotensi menciptakan kondisi yang tidak aman bagi Kota Surabaya. Mereka mengemis di pinggir jalan. Bahkan di antara mereka ada yang mencuri dan menjambret untuk mendapatkan uang. “Sebenarnya ini yang perlu kita waspadai.”

    Risma meminta instansi terkait lebih intensif menggelar razia kartu tanda penduduk di tempat kos, bantaran sungai, kompleks pemakaman, dan beberapa lokasi yang dicurigai menjadi tempat tinggal anak-anak gepeng dan anjal. “Camat dan lurah harus meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan di lingkungannya masing-masing, terutama menjelang Idul Fitri ini,” tutur Risma.

    Risma juga meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya serta Satuan Polisi Pamong Praja memiliki data base yang berisi data terbaru warga pendatang di Kota Surabaya. Pelaporan warga pendatang itu dimulai di tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Kependudukan. “Saya ingin lihat laporannya, supaya diketahui tren peningkatan atau penurunannya,” katanya.

    Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo berujar, selama Ramadan ini, pihaknya sudah mengamankan 76 orang yang masuk ke wilayah Surabaya serta tergolong anjal dan gepeng. “Angka itu kemungkinan terus meningkat, karena teman-teman Satpol PP merazia dengan intensif.”

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.