Hercules Jatuh, Mantan KSAU: Speechless!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI dan Basarnas mengangkat puing-puing pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Personel TNI dan Basarnas mengangkat puing-puing pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.COJakarta - Pesawat milik TNI Angkatan Udara, Hercules C-130, jatuh di Medan pada Selasa, 30 Juni 2015. Pesawat nahas itu merupakan hasil produksi tahun 1964. Kondisi pesawat yang sudah tua membuat mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Chappy Hakim bersuara.

    "Pesawat yang sudah lebih dari 50 tahun terbang di AURI..............speechlesssssss," cuitnya melalui akun @chappyhakim, kemarin. Beberapa kali dihubungi Tempo via sambungan telepon untuk dimintai keterangan lebih lanjut, Chappy tak menjawab. Pesan pendek yang dilayangkan pun tak berbalas.

    Pesawat dengan nomor A1310 itu jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan. Pesawat tersebut dipiloti Kapten Sandy Permana, lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2005. Hercules nahas itu lepas landas dari Pangkalan Udara Suwondo, Medan, pukul 11.48 WIB dengan tujuan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

    Sebelum jatuh dan terbakar, pesawat menabrak menara komunikasi milik sekolah Bethany. Sebanyak 113 orang yang ada di badan pesawat itu tak ada yang selamat. Menurut saksi mata di lokasi, tak ada jeritan penumpang yang terdengar saat pesawat menghantam tanah.

    Pesawat yang jatuh di permukiman padat penduduk ini juga menimpa tiga bangunan yang ada penghuni di dalamnya. Lima warga sipil, yang merupakan karyawan di panti pijat, tewas akibat tertimpa bangunan yang hancur. Tiga mobil yang ada di sekitar lokasi juga ringsek dan harus disingkirkan dengan ekskavator.

    URSULA FLORENE SONIA | SALOMON PANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.