Dua Hercules TNI Jemput Korban Hercules

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI dan Basarnas mengangkat puing-puing pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Personel TNI dan Basarnas mengangkat puing-puing pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar TNI Angkatan Udara mengerahkan tiga unit pesawat angkut ke Medan, Sumatera Utara, Rabu, 1 Juli 2015. Ketiga pesawat dikirim untuk menjemput jenazah korban Hercules A-1310 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, kemarin.

    "Ada satu unit Hercules dan dua unit CN-295 yang terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma pagi ini," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, dalam siaran pers resmi hari ini.

    Pesawat C-130 Hercules yang dikirim ke Medan bernomor registrasi A-1326 dari Skuadron Udara 31 Halim Perdanakusuma. Sedangkan dua pesawat CN-295 bernomor registrasi 2905 dan A-2906 dari Skuadron Udara 2 Halim Perdanakusuma.

    "Ada tiga pilot yang bertugas yakni Mayor Marvien, Letnan Kolonel Lilik, dan Mayor Alvian," kata Dwi.

    Selain mengemban misi penjemputan jenazah, ketiga pesawat juga membawa sejumlah personel evakuasi dan puluhan peti-peti jenazah. 

    "Rencananya, ketiga pesawat akan membawa jenazah dari Lanud Suwondo (Polonia) Medan menuju beberapa lanud tujuan," kata Dwi.

    Pesawat Hercules C-130B milik TNI AU dengan nomor penerbangan A-1310 jatuh menimpa permukiman di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, pada Selasa siang, 30 Juni 2015.

    Tim evakuasi gabungan telah menemukan 142 jenazah di lokasi kejadian dan berhasil mengidentifikasi 44 di antaranya. TNI masih menyelidiki akibat persisnya pesawat buatan 1964 itu jatuh. 

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.