Penumpang Sipil di Hercules, Menhan: Dari Dulu Juga Begitu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas TNI AU memasang daftar nama korban jatuhnya pesawat Hercules C-130, di Landasan Udara Militer Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 1 Juli 2015. Berdasarkan data terakhir TNI AU, jumlah penumpang dan awak pesawat yang menjadi korban kecelakaan 122 orang meninggal, terdiri dari anggota TNI dan warga sipil. TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas TNI AU memasang daftar nama korban jatuhnya pesawat Hercules C-130, di Landasan Udara Militer Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 1 Juli 2015. Berdasarkan data terakhir TNI AU, jumlah penumpang dan awak pesawat yang menjadi korban kecelakaan 122 orang meninggal, terdiri dari anggota TNI dan warga sipil. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Depok - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu hanya berkomentar singkat atas jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan kemarin‎. Dia berjanji akan melakukan perbaikan dalam manajemen alat utama sistem persenjataan.

    Ditanya mengenai banyaknya warga sipil yang menjadi penumpang dalam pesawat tersebut, Ryamizard menjawabnya santai. Dia mengibaratkan ada orang sipil biasa yang ikut menumpang di mobilnya. "Itu kan biasa, dari kan dulu begitu, dengan rakyat kan harus gitu," kata Ryamizard setelah menghadiri hari ulang tahun Bhayangkara ke-69 di Depok, Rabu, 1 Juli 2015. (Baca: Jokowi Perintahkan Menhan Rombak Pengadaan Persenjataan)

    ‎Tak hanya pesawat, bahkan dalam beberapa kesempatan, TNI pun mengizinkan warga sipil naik tank. Dia membantah bahwa TNI melakukan komersialiasi pesawat militer dengan mengangkut penumpang sipil. "Nggak‎, masa ngambil keuntungan," kata dia.

    Kemarin siang pada pukul 12.00 WIB atau dua menit setelah lepas landas dari Lanud Soewondo, Medan, pesawat angkut milik TNI AU jenis Hercules C-130 terjatuh setelah lebih dulu menabrak tower komunikasi milik Sekolah Bethany.‎

    Tim gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Udara, TNI AD, TNI AL, dan Badan SAR Nasional hingga hari ini terus melakukan evakuasi. Setidaknya sebanyak 105 jenazah‎ sudah dievaluasi dari reruntuhan badan pesawat.

    Akibat kejadian itu,‎ Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko melakukan perombakan secara mendasar dalam hal manajemen alat utama sistem senjata TNI. ‎

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.