Kapolri: Target Teror ISIS Bisa Umat Islam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa simpatisan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), Afif Abdul Majid, berjalan keluar ruangan seusai mengikuti sidang pembacaan putusan Tindak Pidana Terorisme, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 29 Juni 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa simpatisan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), Afif Abdul Majid, berjalan keluar ruangan seusai mengikuti sidang pembacaan putusan Tindak Pidana Terorisme, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 29 Juni 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Depok - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memperingatkan bahaya terorisme yang dilakukan para pendukung Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS). Menurutnya, mereka bisa saja melakukan aksi teror saat Ramadan dan Lebaran.

    "Makanya kami lakukan antisipasi," katanya setelah menghadiri peringatan ke-69 HUT Bhayangkara di Kelapa Dua, Depok, Rabu, 1 Juli 2015.

    Salah satu antisipasi yang dilakukannya adalah menambah jumlah personel keamanan di titik rawan adanya kejahatan. "Kami siapkan tambahan personil di titik rawan kejahatan dan terorisme," katanya.

    Khusus teror yang dikhawatirkan akan dilakukan kelompok ISIS di Indonesia, kata Badrodin, hal itu kemungkinan terjadi. "Target ISIS bisa saja warga muslim sendiri, TNI dan aparat pemerintahan, atau juga warga negara asing di Indonesia," katanya.

    Ia mengatakan titik rawan adanya teror dari kelompok ekstrem itu terutama di empat provinsi. "Tempat rawan teror itu hampir seluruh Indonesia, terutama Jawa, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan," katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.