Hercules Jatuh: Kopilot Nikah 3 Bulan Lalu, Ini Kata Istri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danlanud Adisucipto Marsma Imran Baidirus (kiri) tengah berbicara dengan ayahanda kopilot Hercules C-130 Lettu Pnb Pandu Setiawan, dirumah duka, 30 Juni 2015, Patukan, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Lettu Pnb Pandu Setiawan termasuk dalam salah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130. TEMPO/Pius Erlangga

    Danlanud Adisucipto Marsma Imran Baidirus (kiri) tengah berbicara dengan ayahanda kopilot Hercules C-130 Lettu Pnb Pandu Setiawan, dirumah duka, 30 Juni 2015, Patukan, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Lettu Pnb Pandu Setiawan termasuk dalam salah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Sleman - Kopilot pesawat militer Hercules C-130 yang jatuh di Medan, Letnan Satu Penerbang Pandu Setiawan, masih pengantin baru. Pandu menikah dengan Dewi Wulandari pada 25 April 2015.

    Istrinya hanya pasrah saat mendengar dan diberi tahu kejadian yang menimpa suaminya itu. Dewi diberi tahu keluarga saat menyaksikan tayangan berita di televisi. "Selama ini memang kami jarang ketemu karena tugas suami," kata Dewi, Rabu, 1 Juli 2015.

    Dewi masih bekerja di sebuah apotek di Sleman. Sedangkan Pandu yang alumnus Akademi Angkatan Udara Adisutjipto, Yogyakarta, tahun 2011 itu sering berpindah tugas sebagai pilot.

    Seusai pernikahan itu, Dewi jarang bertemu Pandu. Pertemuan pun bisa dihitung dengan jari. Pertemuan terakhir pada Minggu, 21 Juni yang lalu.

    Untuk mengobati kangen kepada suami, setiap malam Dewi menelepon dan atau mengirim pesan singkat melalui telepon seluler. Namun, pada Senin, 29 Juni lalu, suaminya itu tidak menelepon. Tetapi hanya mengirim pesan melalui BlackBerry Messenger (BBM) untuk pamit tidur.

    Setelah itu, tidak ada kabar lagi yang diterima oleh Dewi. Hingga saat belanja di pasar pada Selasa siang, 30 Juni 2015, ia disuruh pulang oleh keluarga. Ternyata ia diberi tahu soal kecelakaan pesawat itu.

    Dewi pasrah menerima musibah ini. Dewi sadar betul bersuami seorang pilot yang merupakan pilihan suaminya itu. Memang cita-cita Pandu adalah menjadi seorang pilot.

    Menurut Aji Wibowo, kerabat Pandu, lubang kubur untuk Pandu sudah disiapkan di pemakaman umum dekat rumahnya. Lubang itu berada persis di samping kakek dari ibunya. "Keluarga tidak ada yang ke Medan, di rumah mendoakan, kami menunggu kedatangan jenazah," kata Aji.

    Pandu merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Bapaknya adalah Sugeng Prayitno dan ibunya adalah Sri Nurharuni Lestari. Dua adik Pandu adalah, Denny, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta, dan Fanny, kelas IX Sekolah Menengah Pertama 2 Yogyakarta.

    Pesawat Hercules dengan nomor A1310 jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, pada Selasa, 30 Juni 2015. Pesawat tersebut dipiloti Kapten Sandy Permana. Hercules nahas itu lepas landas dari Pangkalan Udara Suwondo, Medan, pukul 11.48 WIB. Pesawat tersebut mengangkut 12 kru dan 101 penumpang yang diperkirakan tewas.

    MUH. SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.