Jokowi Pimpin Heningkan Cipta Korban Hercules

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membuka acara Asian African Business Summit 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 21 April 2015. Acara ini digelar di sela-sela rangkaian peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo membuka acara Asian African Business Summit 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 21 April 2015. Acara ini digelar di sela-sela rangkaian peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Depok - Presiden Joko Widodo memimpin peserta upacara serta para undangan untuk mengheningkan cipta bagi para korban pesawat Hercules.

    "Mari mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan dan pejuang bangsa, serta berdoa untuk putra terbaik TNI yang menjadi korban kecelakaan Hercules," kata Joko Widodo sebagai inspektur upacara pada peringatan Bhayangkara ke-69 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu, 1 Juli 2015.

    Sebelum upacara, pembawa acara pun sudah meminta undangan yang hadir untuk memanjatkan doa bagi para korban pesawat Hercules yang terjatuh di Medan.

    Hari ini, Kepolisian RI memperingati Hari Bhayangkara Ke-69. Upacara yang dimulai tepat pukul 09.00 itu bertema Melalui Revolusi Mental Polri Siap Memantapkan Soliditas dan Profesionalisme Guna Mendukung Pembangunan Nasional.

    Hadir dalam upacara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Kepala Polri Jenderal Polisi Badrodin Haiti serta para undangan.

    Selasa kemarin pada pukul 11.50, pesawat Hercules C-130 milik TNI AU buatan 1961 jatuh setelah dua menit lepas landas di Pangkalan Udara Soewondo, Medan. Pesawat itu jatuh di Jalan Jamin Ginting. Semua kru dan penumpang yang berjumlah 113 orang, diduga tewas.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.