Riau Dilanda Kabut Asap, Udara Tidak Sehat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap dari sisa kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 18 September 2014. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut asap dari sisa kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 18 September 2014. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Dari pantau satelit, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru menengarai ada 173 titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera. Sebanyak 60 titik panas di antaranya terdapat di Riau.

    Akibatnya sejumlah wilayah Riau kembali diselimuti kabut dengan indeks standar pencemaran udara berada dalam kategori tidak sehat. "Titik panas terpantau satelit pukul 07.00 pagi," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru Sugarin, Rabu, 1 Juli 2015.

    Menurut Sugarin, titik panas terbanyak berasa di Pelalawan yakni 28 titik, disusul Bengkalis delapan titik, kemudian Rokan Hulu lima titik, Indragiri Hilir lima titik, Kampar empat titik, Siak empat titik, Dumai tiga titik, Indragiri Hulu dua titik, dan Rokan Hilir satu titik. "Tingkat kepercayaan di bawah 70 persen yakni 25 titik panas," kata Sugarin.

    Titik panas cenderung naik sepekan terakhir menyusul musim panas melanda Riau sejak awal Juni 2015. Sehari sebelumnya terpantau 45 titik panas. "Temperatur maksimal 32,0-35,0 Celsius," kata Sugarin.

    Menurut Sugarin, secara umum kondisi cuaca Provinsi Riau cerah berawan diselimuti kabut asap tipis. Peluang hujan dengan intensitas ringan tidak merata di wilayah Riau bagian utara dan tengah terjadi pada pagi dan siang hari.

    Berdasarkan pantauan Tempo, kabut asap mulai terlihat sejak pagi pukul 05.00 di Pekanbaru. Bau asap mulai terasa menusuk hidung.

    Kabut asap pekat mulai mengganggu jarak pandang di beberapa wilayah seperti Pekanbaru jarak pandang terbatas hanya satu kilometer, kemudian Pelalawan tiga kilometer, Rengat tiga kilometer, dan Dumai tujuh kilometer. "Alat pemantau PM10, indeks standar pencemaran udara Stamet Pekanbaru dalam kategori tidak sehat," ujar Sugarin.

    Pemerintah Riau mengaku telah mengerahkan personel pemadam baik melalui darat maupun udara di berbagai daerah. Begitu juga modifikasi cuaca hujan buatan. "Dalam pemadaman kita juga dibantu dunia usaha dengan mengerahkan helikopter water bombing," kata Pelaksana tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.