Terancam Dilaporkan, 1.000 Pengguna SKTM Palsu Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua calon murid SD melihat persyaratan dan tata cara pendaftaran di SD Percobaan Negeri Sabang, Bandung, Jawa Barat, 29 Juni 2015. Orang tua murid disarankan untuk mendaftar ke sekolah sesuai dengan wilayah domisili yang selanjutnya akan diverifikasi oleh petugas usai pendaftaran ditutup. TEMPO/Prima Mulia

    Orang tua calon murid SD melihat persyaratan dan tata cara pendaftaran di SD Percobaan Negeri Sabang, Bandung, Jawa Barat, 29 Juni 2015. Orang tua murid disarankan untuk mendaftar ke sekolah sesuai dengan wilayah domisili yang selanjutnya akan diverifikasi oleh petugas usai pendaftaran ditutup. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengancam akan melaporkan orang tua yang menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu ke kepolisian. Dia meminta peserta program penerimaan peserta didik baru dengan SKTM palsu segera mengundurkan diri.

    Menurut Ridwan Kamil, pengunduran diri harus dilakukan sebelum Jumat, 3 Juli 2015. Jika tidak, pengguna SKTM palsu bakal dibawa ke ranah hukum. "Saya memberi waktu hingga Jumat. Jika masih keukeuh, akan dibawa ke ranah hukum," ucapnya, Selasa, 30 Juni 2015

    Kepolisian, ujar Ridwan Kamil, telah bergerak menuju sekolah-sekolah untuk meminta data SKTM yang masuk sebagai syarat pendaftaran. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan kesempatan tersebut. 

    Menurut Ridwan Kamil, seribu warga telah mengundurkan diri dan mencabut SKTM dari pendaftaran. Pengguna SKTM palsu akan dicokok dan diproses secara hukum oleh kepolisian. "Para kapolsek sudah bergerak ke sekolah-sekolah. Bahkan seribu pendaftar yang menggunakan SKTM sudah mundur. Kalau tidak, pihak kepolisian akan mengecek sendiri kebenarannya," tuturnya.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.