Yusril Klaim PBB Siap Laga untuk Pilkada Serentak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penasihat hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra, memberikan keterangan pers usai kliennya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan korupsi gardu induk PLN. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Penasihat hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra, memberikan keterangan pers usai kliennya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan korupsi gardu induk PLN. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra tak mengkhawatirkan pemilihan kepala daerah yang akan digelar serentak tahun ini. Menurut Yusril, partainya cukup kuat di tingkat daerah. "Tidak masalah karena di daerah PBB cukup kuat, hanya di pusat yang terpojokkan," kata Yusril di kantor Kementerian Hukum, Selasa, 30 Juni 2015.

    Yusril mencontohkan kesiapan partainya di Kabupaten Sibolga, Sumatera Utara. Di kabupaten tersebut, PBB bergabung dengan Golkar untuk mengikuti pilkada serentak. Begitu pula di Belitung Timur. "Ada tujuh partai yang bergabung bersama PBB, sehingga di daerah itu cukup banyak," ucap Yusril.

    Di Kabupaten Timika, kata Yusril, dari total 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sebanyak 7 di antaranya merupakan kader PBB. "Saya berharap PBB mendapat kursi di DPR pusat dan posisi menteri di kabinet mendatang," ujarnya.

    Sekretaris Jenderal PBB Jurhum Lantong menargetkan PBB mendapat 30 persen suara pada pilkada mendatang. Salah satu caranya dengan selektif memilih calon kepala daerah. "Kami akan pakai survei untuk menentukan siapa yang populer dengan kapasitas dan kapabilitas yang bagus," tutur Jurhum. Dari 269 pilkada yang akan digelar, ujar Jurhum, PBB mengikuti 183 di antaranya. 

    Hari ini Yusril mendaftarkan kepengurusan baru PBB ke Kementerian Hukum. Dia diterima langsung oleh Menteri Hukum Yasonna H. Laoly. Sesuai aturan, Kementerian Hukum punya waktu tujuh hari untuk memverifikasi permohonan tersebut.

    MOYANG KASIH DEWI MERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.