TRAGEDI HERCULES: RS Adam Malik Terima 35 Jasad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan yang rusak akibat tertimpa badan pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan, 30 Juni 2015. Istimewa

    Bangunan yang rusak akibat tertimpa badan pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan, 30 Juni 2015. Istimewa

    TEMPO.COMedan - Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik, Medan, hingga Selasa, 30 Juni 2015, pukul 15.30 WIB dilaporkan telah menerima 35 korban tewas yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan jatuhnya pesawat C-130 Hercules di kawasan perumahan di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara.

    Jenazah para korban yang umumnya mengalami luka bakar tersebut masih dalam identifikasi petugas RSUP Adam Malik, sehingga belum diketahui berapa jumlah penumpang dalam pesawat Hercules dan masyarakat sipil yang turut menjadi korban. (Baca pula: TRAGEDI HERCULES: Nasib 10 Prajurit Paskhas Masih Misteri)

    Diperkirakan masih ada beberapa korban lagi yang belum dievakuasi dari lokasi, karena pesawat Hercules dalam penerbangan dari Bandara Soewondo, Medan, menuju Kepulauan Riau tersebut membawa 50 penumpang, termasuk awak pesawat.

    Suasana haru terlihat di lokasi dan RSUP Adam Malik, karena banyak warga yang mengaku dari keluarga korban histeris ingin melihat kondisi jenazah.

    Pesawat milik TNI Angkatan Udara dengan nomor A1310 itu dipiloti Kapten Sandy Permana, lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2005. Hercules yang terbang dalam misi Penerbangan Angkutan Udara Militer (PAUM) itu lepas landas dari Pangkalan Udara Suwondo, Medan, pukul 11.48 WIB, dengan tujuan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. (Baca:TRAGEDI HERCULES: Ini 11 Prajurit TNI AU Penumpang Pesawat)

    Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, misi PAUM merupakan tugas rutin TNI AU berupa pengangkutan personel yang melaksanakan pergeseran dinas. Misi PAUM juga biasa dilakukan dengan mengirim logistik TNI antarpangkalan udara. "Pesawat dalam misi Penerbangan Angkutan Udara Militer," kata Dwi dalam pernyataannya, Selasa, 30 Juni 2015.

    Kasus Angeline
    Kisah Margriet : Motif Harta, Pembunuhan Direncanakan Lama
    3 Indikasi Angeline Direncanakan Dibunuh, Lalu Ditutupi
    Putri Margriet Kepergok Bawa 3 Koper: Mau Hilangkan Bukti?

    Hercules A1310 terbang berbekal surat tugas dari 29 Juni hingga 2 Juli 2015. Hercules A1310 merupakan salah satu pesawat angkut yang tergabung dalam Skuadron 32 Abdurachman Saleh, Malang. Sesuai dengan rute dalam surat tugas yang ditandatangani Panglima Komando Operasi II itu, Hercules A1310 lepas landas dari Malang pada Senin pagi, 29 Juni 2015, dengan tujuan Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, dan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Baca: HERCULES JATUH: 5 Orang Dipastikan Tewas)

    Pesawat dan kru bermalam di Jakarta sebelum terbang kembali esok hari. Pada hari kedua, Selasa, 30 Juni 2015, pesawat Hercules A1310 bertolak dari Jakarta menuju Lanud Roesmin Nurjadin, Riau; Lanud Dumai, Riau; Lanud Suwondo, Medan; Lanud Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; Lanud Ranai, Natuna; dan Lanud Supadio, Pontianak. Sayangnya, ketika lepas landas dari Lanud Suwondo, Hercules A1310 jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan.

    ANTARA | BC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.