Makassar Tuan Rumah Forum Wali Kota ASEAN 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Makassar Danny Pamanto (tengah) menerima piagam Muri usai melantik pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat dan Komisi Pengendali Percepatan Program Strategis (KP3S) di Pelabuhan Paotere, Makassar, 13 Februari 2015. Muri memberikan penghargaan dalam pelantikan pegawai pemerintah kota yang melalui sistem lelang jabatan pertama. TEMPO/Fahmi Ali

    Walikota Makassar Danny Pamanto (tengah) menerima piagam Muri usai melantik pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat dan Komisi Pengendali Percepatan Program Strategis (KP3S) di Pelabuhan Paotere, Makassar, 13 Februari 2015. Muri memberikan penghargaan dalam pelantikan pegawai pemerintah kota yang melalui sistem lelang jabatan pertama. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar - Kota Makassar mendapat kehormatan sebagai tuan rumah forum wali kota se-ASEAN pada 8-10 September 2015. Perhelatan ini merupakan yang kedua kalinya setelah yang pertama dilakukan di Surabaya pada 2011.

    Selain mengundang 500 wali kota dari negara-negara anggota ASEAN, para duta besar dari sepuluh negara juga akan diundang ke Kota Makassar. “Kami berharap pertemuan ini bisa memberikan manfaat langsung bagi warga Makassar,” kata Secretary General United Cities and Local Governments Asia-Pacific Bernardia Irawati Tjandradewi, Selasa, 30 Juni 2015. 

    Menurut Bernardia, forum ini juga akan membahas persiapan negara ASEAN dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini. Kota-kota di ASEAN harus terlibat langsung dalam MEA. “Sehingga aspirasinya perlu didengar oleh pimpinan ASEAN, tidak boleh hanya pemerintah pusat yang berperan,” ucapnya.

    Dalam implementasi MEA nanti, pasar akan dibuka secara lebar, sehingga tenaga kerja bebas masuk ke negara anggota ASEAN untuk mencari pekerjaan. “Untuk menghadapi semua ini, semua kota di ASEAN harus punya persiapan."

    Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menuturkan Makassar siap menghelat acara internasional ini karena sudah terbiasa menggelar kegiatan internasional. “Ini kesempatan bagi Makassar untuk memperkenalkan diri ke dunia internasional,” tuturnya. “Akan ada pertukaran informasi dan pengetahuan sesama kota.”

    MUHAMMAD YUNUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.