Pengamanan Jalur ke Sinabung Diperketat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Desa Bekerah yang telah kosong ditinggal penduduknya akibat Gunung Sinabung meletus di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, 25 Juni 2015. REUTERS/Beawiharta

    Suasana Desa Bekerah yang telah kosong ditinggal penduduknya akibat Gunung Sinabung meletus di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, 25 Juni 2015. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Karo - Pengamanan zona merah di daerah yang terkena dampak langsung erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus diperketat menyusul aktivitas vulkanis Sinabung yang terus meningkat. Penjagaan dilakukan oleh tim gabungan dari TNI Angkatan Darat, polisi, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo.

    Langkah itu dilakukan agar tidak ada lagi warga yang nekat memasuki kawasan berbahaya. "Penduduk dan pengungsi yang saat ini ditampung di posko tidak diberi izin memasuki desa yang berada di radius 7 kilometer. Semua portal dan petugas siaga 24 jam menghadang warga yang mencoba kembali ke desa mereka yang berada di zona merah," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo Jhonson Tarigan kepada Tempo, Selasa, 30 Juni 2015.

    Pengetatan larangan tersebut dilakukan karena selama beberapa hari terakhir intensitas erupsi gunung berapi itu cukup tinggi. Setiap hari Sinabung meluncurkan awan panas dan semburan debu vulkanis secara berulang-ulang. 

    Portal larangan memasuki zona merah, menurut Tarigan, antara lain dipasang di Desa Bekerah, Desa Sukanalu, dan Desa Mardinding. "Total ada puluhan portal di lima desa yang kami pasang sebagai tanda larangan masuk," ujar Tarigan. Petugas juga melakukan pengawasan di jalan-jalan setapak atau jalur tikus yang biasa dilintasi warga. Pengawasan di jalur tikus, kata Tarigan, dilakukan dengan patroli bersama 500 personel TNI AD, polisi, dan petugas BPBD. Tarigan menyebutkan sempat ada beberapa warga yang mencoba memasuki daerah larangan itu secara sembunyi-sembunyi melalui jalur tikus.

    Jumlah pengungsi erupsi Sinabung hingga kemarin tercatat sebanyak 10.606 jiwa atau 3.121 kepala keluarga yang ditempatkan di 10 titik penampungan. Lokasi penampungan itu adalah Jambur Lau Buah Batu, Paroki Gereja Katolik Kabanjahe, dan Gedung Serbaguna KNPI Kabanjahe. Kemudian, Gedung Serbaguna GBKP Kabanjahe, Jambur Sempajaya, Gudang Jeruk Surbakti, Jambur Tongkoh, Jambur Korpri, Jambur Tanjung Mbelang, dan GPDI Ndokum.

    Penduduk yang telah diungsikan berasal dari sebelas desa, yakni Desa Gurukinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanalu, Berastepu, Desa Jaraya, Desa Kutatengah, Desa Sigarang garang, Desa Mardingding, Desa Kutagugung, dan Desa Kutarayat.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.