Daging Celeng Masuk Surabaya, Soekarwo: Asalnya dari Lampung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Soekarwo. TEMPO/Hendriyanto

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo. TEMPO/Hendriyanto

    TEMPO.CO, Surabaya- Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta Provinsi Lampung memperketat pengawasan pada Pelabuhan Bakauheni menyusul penemuan beredarnya daging celeng (babi hutan) di Surabaya.

    Soekarwo menengarai daging celeng yang dioplos dengan daging sapi itu berasal dari Lampung. “Daging (oplosan) itu datangnya banyak dari Jakarta, lalu masuk ke mana-mana. Yang biasanya itu kan dari Lampung, menangkap celeng dari hutan,” ujar Soekarwo seusai rapat paripurna dengan DPRD Jawa Timur, Senin, 29 Juni 2015.

    Soekarwo berujar bakal menggiatkan operasi pasar agar tidak kecolongan lagi. Namun ia meminta kerja sama pemerintah provinsi terkait agar turut memperketat keluar-masuknya daging oplosan supaya masyarakat tak menjadi korban. “Langkah mengatasinya ya dari induknya (Lampung) yang menangkap celeng di hutan-hutan. Pada saat masuk Pelabuhan Bakauheni, mustinya dicek,” ujarnya.

    Soekarwo yakin pemasok daging celeng itu bukan berasal dari kalangan importir daging sapi. Sebab, daging sapi impor bisa terdeteksi karena memiliki izin dan didata. “Sedangkan yang non-impor jalan dan diangkut begitu saja. Padahal itu kan, dicampur daging sapi biasa.”

    Soekarwo mengaku telah menjalin kerja sama dengan kepolisian untuk menangkal beredarnya daging oplosan. Ia juga meminta agar Satuan Polisi Pamong Praja di tiap kabupaten/kota turut bertindak bila menemukan di pasaran. “Sebetulnya yang bener itu Satpol PP melakukan pemeriksaan untuk menegakkan peraturan. Kalau Dinas Peternakan kan pekerjaannya mengurusi hewan-hewan ternak,” tuturnya.

    Sebelumnya Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menggerebek sebuah rumah di Jalan Penjernihan Nomor 38 sebagai tempat penjualan daging sapi palsu. Polisi menemukan sekitar 500 kilogram daging sapi palsu dalam keadaan beku dari total 1,4 ton daging milik tersangka, MS.

    Modus yang dilakukan oleh MS ialah mengoplos daging sapi dengan daging celeng ke dalam satu kotak, lalu dimasukkan ke dalam pendingin. Untuk mengelabui petugas, bagian luar dari kontak penyimpanan itu diberi label daging impor. Polisi akhirnya menangkap tujuh orang tersangka setelah penggerebekan tersebut.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.