Putri Margriet Kepergok Bawa 3 Koper: Mau Hilangkan Bukti?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe (kiri) dan Christina Telly Megawe (kanan) usai menemui ibunya yang sedang diperiksa di Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 17 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe (kiri) dan Christina Telly Megawe (kanan) usai menemui ibunya yang sedang diperiksa di Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 17 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Saat Angeline masih dinyatakan hilang, dua anak tersangka utama pembunuhan Angeline, Margriet Christina Megawe, sempat membawa tiga koper besar keluar dari rumahnya di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Denpasar Timur.

    "Katanya mau pindah ke rumah di daerah Canggu," tutur Kanit Intelkam Polsek Denpasar Timur Dite Atmaja kepada Tempo, Senin, 29 Juni 2015. Kejadian itu berlangsung pada pukul 20.00 Wita, 25 Mei 2015, atau  sembilan hari setelah Angeline dibunuh. Sesuai pengakuan Agus Angeline tewas  pada 16 Mei 2015.

    Kata Dite, Yvonne Caroline Megawe dan Christina Megawe, anak pertama dan kedua Margriet, terlihat sedang memasukkan tiga koper besar ke dalam mobil Avanza warna putih. Melihat hal itu, Dite langsung menegur Yvonne dan menanyakan perihal tiga koper itu.

    Saat itu, Yvonne menjawab keluarganya akan pindah rumah di Villa Kakul, Jalan Raya Babakan Nomor 164, yang berada di Desa Canggu. Dite langsung melarang mereka untuk membawa apa pun keluar dari rumah.

    "Karena saat itu masih dalam proses penyelidikan hilangnya Angeline, kami melarang keluarga membawa keluar barang apa pun dari rumahnya," ucap dia. Pihak kepolisian mengizinkan keluarga meninggalkan rumah asalkan tidak membawa barang apa pun.

    Selanjutnya: Berusaha menghilangkan barang bukti?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe