17 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur Rawan El Nino

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara menunjukkan debit air menurun drastis di Waduk La Plata, Toa Alta, Puerto Rico, 19 Juni 2015. Siklus El Nino menyebabkan pemanasan di daerah Samudera Pasifik. AP/Ricardo Arduengo

    Foto udara menunjukkan debit air menurun drastis di Waduk La Plata, Toa Alta, Puerto Rico, 19 Juni 2015. Siklus El Nino menyebabkan pemanasan di daerah Samudera Pasifik. AP/Ricardo Arduengo

    TEMPO.CO, Kupang - Sebanyak 17 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di zona kering rawan terpengaruh El Nino yang diprediksi melanda wilayah Indonesia. "Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Tengah berada di zona basah," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Anis Tay Ruba kepada Tempo, Senin, 29 Juni 2015. Kabupaten-kabupaten itu tidak terdampak El Nino.

    Untuk mengantisipasi bencana El Nino, Dinas mempersiapkan langkah antisipasi. Di antaranya sudah menyalurkan bibit tanaman umur pendek dan pompa air dengan anggaran yang bersumber dari APBN dan APBD. "Bantuan pompa air itu telah disalurkan ke hampir semua daerah.”

    Dia juga menyarankan daerah-daerah yang sumber airnya cukup hanya dibantu dengan benih sayur-sayuran, sehingga petani setempat bisa memanfaatkan ketersediaan air. "Jangan karena adanya ancaman El Nino lalu masyarakat tidak tanam. ”Petani diminta tetap menanam.

    Namun dia mengakui tanaman pertanian petani pada musim kemarau atau El Nino sangat berisiko, karena tentunya tidak semua akan mencapai panen. "Kalau ada sebagian kecil yang mengalami gagal panen, itu sudah risiko."

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.