Kebakaran Hutan Riau, Satelit Pantau 59 Titik Panas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Siak III ditutupi kabut asap di Pekanbaru, Riau (13/3). Kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau semakin pekat, Pemerintah Provinsi Riau terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mengenakan masker pelindung bila beraktivitas diluar ruangan karena kualitas udara di Pekanbaru dalam level bahaya. ANTARA/Rony Muharrman

    Jembatan Siak III ditutupi kabut asap di Pekanbaru, Riau (13/3). Kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau semakin pekat, Pemerintah Provinsi Riau terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mengenakan masker pelindung bila beraktivitas diluar ruangan karena kualitas udara di Pekanbaru dalam level bahaya. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.COPekanbaru - Satelit Tera dan Aqua memantau 129 titik panas yang diindikasikan sebagai kebakaran hutan dan lahan di Sumatera. Sebanyak 59 titik di antaranya terdapat di Riau.

    "Titik panas terpantau satelit berdasarkan info cuaca terkini pukul 07.00," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin, Senin, 29 Juni 2015.

    Menurut Sugarin, titik panas terpantau hampir terjadi di semua kabupaten/kota di Riau. Adapun titik panas terbanyak terdapat di Pelalawan dengan 16 titik, kemudian Rokan Hilir 16 titik, Bengkalis 6 titik, Indragiri Hulu 5 titik, Kuantan Singingi 5 titik, Kampar 4 titik, Dumai 3 titik, Indragiri Hilir 2 titik, Rokan Hulu 1 titik, dan Siak 1 titik. "Tingkat kepercayaan di bawah 70 persen, yakni 32 titik panas," ujarnya.

    Sejak sepekan terakhir, titik panas cenderung meningkat menyusul cuaca panas melanda Riau sejak awal Juni 2015. Sehari sebelumnya, terpantau 26 titik panas. Dikhawatirkan, Riau kembali dilanda kabut asap akibat sisa kebakaran hutan dan lahan.

    Menurut Sugarin, secara umum, kondisi cuaca Provinsi Riau cerah berawan dengan temperatur 32,0-35,0 C. "Pergerakan angin secara umum dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 05-15 knot," ucapnya.

    Kemunculan titik panas mulai menurunkan jarak pandang akibat embun tebal terjadi pukul 07.00 di beberapa wilayah, seperti Pekanbaru, yang jarak pandangnya menurun hingga 5 kilometer, Pelalawan 6 km, Rengat 4 km, dan Dumai 2 km.

    "Alat pemantau PM 10 memperlihatkan indeks standar pencemaran udara Stamet Pekanbaru berada pada kategori sedang," tuturnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.