Uji Kelayakan Calon Kepala BIN, Sutiyoso: Saya Masih Macho

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Sutiyoso menghadiri sidang pelanggaran kampanye di luar jadwal di Pengadilan Negeri Semarang, (21/10). Tempo/Budi Purwanto

    Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Sutiyoso menghadiri sidang pelanggaran kampanye di luar jadwal di Pengadilan Negeri Semarang, (21/10). Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengatakan dirinya tidak melakukan persiapan khusus apapun untuk menghadapi uji kepatutan dan kelayakan calon kepala Badan Intelijen Negara.

    "Nggak ada persiapan khusus, saya kan sudah biasa seperti itu,"ujar Sutiyoso saat meninggalkan acara buka bersama di kediaman dinas Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Minggu, 28 Juni 2015.

    Sutiyoso mengatakan, tes kepatutan dan kelayakan adalah hal yang biasa. Ia pun dulu menjalani hal itu saat hendak dipilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Dan saya ini masih Macho lho,"ujar Sutiyoso sambil terkekeh.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto mengatakan Presiden Joko Widodo sudah mengirimkan surat pergantian nama Kepala BIN pengganti Marciano Norman. Jokowi, kata dia, menunjuk nama Sutiyoso sebagai Kepala BIN.

    "Beliau menunjuk Sutiyoso sebagai pengganti Marciano sebagai Kepala BIN," kata Setya, di Kompleks Parlemen, Rabu, 10 Juni 2015. "Surat sudah saya terima tadi malam dan kami akan menindaklanjuti ke paripurna."

    Setya mengatakan Jokowi tak menjelaskan secara rinci alasan Jokowi menunjuk Sutiyoso sebagai Kepala BIN. Menurut dia, itu merupakan hak prerogatif Presiden.

    Soal uji kelayakan dan kepatutan, menurut Setya, akan diserahkan kepada Komisi Pertahanan atau Komisi I DPR. Uji kelayakan dan kepatutan calon kepala Bin akan dilakukan bersamaan dengan uji kelayakan calon Panglima TNI Gatot Nurmantyo. "Pekan depan paripurna sudah dimulai dengan mekanisme yang berlaku," ujar Setya.

    Jokowi menjabarkan pertimbangannya mengajukan Sutiyoso sebagai Kepala BIN karena rekam jejaknya di dunia intelijen dan militer. Sutiyoso, kata Jokowi, dinilai berpengalaman dan memiliki kompetensi yang cukup dalam memimpin badan intelijen itu.  "Terutama di dunia intelijen dan militer saya berharap DPR RI memberikan pertimbangan atas usulan tersebut," kata Jokowi.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.