Pengungsi Rohingya Diminta Keluar dari Penampungan di Langsa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi Rohingya menerima makan pagi di tempat penampungan sementara di Kuala Langsa, Aceh, 25 Mei 2015. REUTERS/Darren Whiteside

    Pengungsi Rohingya menerima makan pagi di tempat penampungan sementara di Kuala Langsa, Aceh, 25 Mei 2015. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.COLangsa - Ratusan pengungsi Rohingya terpaksa harus segera berpindah lokasi pengungsian dari Pelabuhan Kuala Langsa mulai Kamis, 25 Juni 2015. Perpindahan 225 pengungsi ini berkaitan dengan pengumuman yang diterbitkan CV Dewi Monza mengenai penggunaan gudang miliknya di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa.

    CV Dewi Monza mengumumkan permintaan pengosongan tempat tersebut dengan menempelkan pengumuman dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di tembok gudang. 

    “Pemilik gudang memberikan peringatan kepada para pengungsi Rohingya untuk segera mengosongkan gudang mereka,” kata Presiden Komite Nasional Solidaritas untuk Rohingya Syuhelmaidi Syukur melalui siaran pers, Minggu, 28 Juni 2015.

    Menurut Syuhelmaidi, permintaan pengosongan ini diinformasikan terjadi karena gagalnya kesepakatan antara pihak CV Dewi Monza dan tim pengelola pengungsi untuk melanjutkan pemakaian hingga tenggang waktu yang telah diberikan CV Dewi Monza berakhir.

    Syuhelmaidi menuturkan Komite tengah mencari solusi terbaik untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi para pengungsi. “Kami mengajak seluruh stakeholders untuk mendukung dan membicarakan hal ini semata-mata demi kepentingan kemanusiaan, sehingga solusi akan lebih mudah didapat,” ucapnya.

    Komite tengah mengupayakan lahan hunian sementara bagi 225 pengungsi Rohingya dan 427 orang dari Bangladesh di luar pelabuhan. Satu tempat yang menjadi pilihan adalah lahan di Timbang Langsa seluas 100 hektare yang berjarak 15 kilometer dari Pelabuhan Kuala Langsa. Lahan itu dapat digunakan sebagian untuk membangun shelter pengungsi.

    Untuk dapat menggunakan lahan itu, Komite tengah melakukan pembicaraan secara intensif dengan Wali Kota Langsa Usman Abdullah. “Jika lahan ini bisa dipakai untuk menampung pengungsi, Aksi Cepat Tanggap akan membangun Integrated Community Shelter (ICS), bekerja sama dengan Peduli Muslim,” ujar Syuhelmaidi.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.