Kantor Komnas Anak Terbakar, Dokumen Angeline Ikut Hangus?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait berbicara kepada sejumlah aktivis perlindungan anak dari Forum Anak Daerah saat menggelar doa bersama di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. Sejumlah komunitas dan LSM datangi kamar jenazah untuk memberikan ucapan belasungkawa atas kematian Angeline. TEMPO/Johannes P. Christo

    Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait berbicara kepada sejumlah aktivis perlindungan anak dari Forum Anak Daerah saat menggelar doa bersama di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. Sejumlah komunitas dan LSM datangi kamar jenazah untuk memberikan ucapan belasungkawa atas kematian Angeline. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak di Jalan T.B. Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, terbakar pada Sabtu malam, 27 Juni 2015, pukul 20.30 WIB.

    Api melalap tiga ruangan di dalam kantor, termasuk ruang arsip yang menyimpan dokumen kasus Angeline, bocah 10 tahun yang tewas dibunuh di rumah ibu angkatnya, Margriet, di Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar, Bali.

    Ketua Dewan Konsultasi Nasional Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi membenarkan kebakaran kantor Komnas Anak melalap habis dokumen yang berisi data kekerasan anak dan laporan penting lainnya.

    "Saya menyayangkan peristiwa ini karena banyak data kekerasan anak yang disimpan di sini," kata pria yang akrab dipanggil Kak Seto itu, saat mengunjungi lokasi kebakaran, Minggu, 28 Juni 2015.

    Menurut Kak Seto, data Angeline kemungkinan ikut terbakar. Meski begitu, Komnas Anak bakal berupaya mengumpulkan kembali dokumen kasus Angeline dari berbagai pihak. "Kami akan kumpulkan lagi dari aktivis perlindungan anak dan juga media," ujar dia.

    Kak Seto tak ingin menduga-duga kebakaran kantor Komnas Anak ada kaitannya dengan kasus kekerasan anak yang kerap disorot lembaga itu.

    Seperti diketahui, Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait adalah salah satu tokoh yang paling lantang membeberkan keanehan dalam kasus terbunuhnya Angeline. "Saya tak mau menduga-duga dan serahkan sepenuhnya pada kepolisian," ucap Kak Seto.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.