Jalur Mudik ke Sumatera Masih Rusak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polisi Wanita (Polwan), membagikan peta mudik kepada pengendara mobil yang melintasi kawaasan Bundaran HI, Jakarta, 26 Juni 2015. Peta tersebut berisikan rute jalur mudik Sumatera, Jawa dan Bali. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota Polisi Wanita (Polwan), membagikan peta mudik kepada pengendara mobil yang melintasi kawaasan Bundaran HI, Jakarta, 26 Juni 2015. Peta tersebut berisikan rute jalur mudik Sumatera, Jawa dan Bali. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO. Palembang – Sebagian jalur arus mudik di Sumatera masih banyak yang rusak. Di jalan lintas timur Sumatera, banyak ditemukan lubang besar pada badan jalan. Di banyak titik pun terdapat perbaikan pada bagian bahunya, yang bisa mengganggu arus mudik.

    Tempo memantau jalur mudik dari Indralaya, Ogan Ilir, lingkar luar Kota Palembang, hingga Pasar Betung di Kabupaten Banyuasin. Selain banyak pasar tumpah, jalan di jalur ini berlubang di banyak tempat.

    Kerusakan parah terdapat di jalur Palembang-Betung hingga Jalan Bypass Kompleks Perkantoran Banyuasin, Pasar Pangkalan Balai, dan depan Terminal Betung, Banyuasin.

    Kepala Satuan Kerja Wilayah I Sumatera Selatan Heru Setyawan menargetkan, pada H-15 Lebaran, kerusakan bisa diperbaiki agar nyaman dilalui pemudik. Menurut dia, titik rawan macet akibat jalan rusak mulai dikerjakan sejak beberapa hari lalu. Waktu perbaikan itu meleset lantaran, “Tender terlambat karena perubahan nomenklatur kementerian.”

    Di Sumatera Barat, jalan lintas Padang–Jambi masih rusak dan tengah diperbaiki di banyak titik. Padahal ruas jalan nasional itu merupakan arus utama jalur mudik menuju kota-kota di Sumatera Barat bagian utara.

    Ada perbaikan jalan sepanjang 2 kilometer di Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. Namun baru satu ruas jalan yang dikerjakan, sementara satu ruas lain masih rusak. Perbaikan membuat jalur itu macet akibat jalan dibuka-tutup. Apalagi jalur itu sangat strategis sebagai penghubung ke Sumatera Utara.

    Pemerintah daerah lain akan memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak untuk memantau arus mudik. Pemerintah akan memanfaatkannya untuk jalur mudik ke arah Sumatera. “Drone akan mulai dipakai pada H-7,” ucap Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Banten Abadi Wuryanto.

    PARLIZA HENDRAWAN | ANDRI EL FARUQI | WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.