Ya Ampun, Pewarna Tekstil Buat Bikin Asinan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asinan buah. Dok.TEMPO/Arif Fadillah

    Ilustrasi asinan buah. Dok.TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO , Jakarta:Badan Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta terus menggelar pencarian bahan makanan dan minuman berbahaya selama Ramadan. Kali ini BPOM menemukan asinan yang memakai bahan kimia berbahaya.

    Kepala BPOM DKI, Dewi Prawitasari, menjelaskan asinan itu dijual oleh salah satu lapak di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan. "Penjualnya memakai pewarna tekstil untuk memperkuat warna bahan asinan," kata Dewi kepada Tempo, Jumat, 26 Juni 2015.

    Dewi menambahkan selain pewarna tekstil, asinan itu juga mengandung boraks. Ada kerupuk yang di dalam kemasan asinan itu juga mengandung bahan pengawet. "Mie asinan itu juga mengandung formalin," Dewi berujar.

    Atas temuan itu, menurut Dewi, BPOM tak memberikan sanksi. Hanya saja, saat sidak di Pasar Tebet dan menemukan asinan berbahan kimia berbahaya, pengunjung pasar diminta untuk melihat dan mengingat bahwa pedagang menggunakan bahan kimia berbahaya. "Hukuman sosial yang berlaku, sehingga bila tak berbenah lapak itu bakal sepi," kata Dewi.

    Dewi menambahkan BPOM DKI tak bakal berhenti mencari makanan berbahan kimia berbahaya selama Ramadan. "Sekarang yang kami buru adalah takjil karena sedang ramai dijual bebas oleh warga."

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.