Penjual Tahu Korban Peluru Nyasar Aparat BNN Masih Dirawat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. AP/Brennan Linsley

    Ilustrasi penembakan. AP/Brennan Linsley

    TEMPO.COSurabaya - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan kondisi Sueb Haryanto, penjual tahu yang terkena peluru nyasar aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, makin membaik. 

    Walaupun disebutkan telah membaik, warga Pacarkembang, Gang Langgar, Surabaya, itu masih dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara Sjamsoeri Mertojoyo Polda Jawa Timur. "Memang benar korban dirawat di RS Bhayangkara," kata Argo, Jumat, 26 Juni 2015.

    Menurut Argo, Sueb sudah dapat berkomunikasi dengan keluarga yang membesuknya. Argo membantah kabar yang beredar bahwa Sueb tewas. "Yang bersangkutan tidak meninggal, malah kondisinya semakin membaik. Informasi dari mana kalau dia meninggal?"

    Tempo mencoba mengunjungi korban di Rumah Sakit Bhayangkara. Petugas resepsionis rumah sakit itu membenarkan bahwa pada Rabu malam, 24 Juni 2015, ada pasien masuk bernama Sueb Haryanto. "Pasien masih dirawat di ICU. Coba tanya ke sana," ujarnya.

    Tapi, saat Tempo mendatangi ICU, seorang lelaki berbadan tegap berpakaian warna merah melarang masuk. "Anda siapa? Keluarganya atau bukan? Kalau bukan, jangan," tuturnya. 

    Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigadir Jenderal Iwan A. Ibrahim tidak merespons saat dihubungi. Hal yang sama juga terjadi pada Kepala Bidang Penindakan dan Pemberantasan Ajun Komisaris Besar Polisi Bagyo Hadi.

    Menurut informasi, Sueb tertembak di bagian perut saat aparat BNN Jawa Timur memburu dua bandar narkoba. Tiba-tiba, petugas itu terpeleset dan jatuh. Akibatnya, pistol yang dibawanya meletus dan pelurunya menembus perut kiri Sueb. Namun informasi lain menyebutkan Sueb merupakan korban salah tembak.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.