Puluhan Desa di Tuban Terancam Kekeringan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Area persawahan yang alami kekeringan di Cibarusa, Bekasi, Jabar, 3 Oktober 2014. Memasuki musim kemarau tiga desa yaitu Desa Ridhogalih,  Ridomanah, dan Sinarjati di Cibarusa, Bekasi, kesulitan air bersih, kekeringan tersebut sudah hampir dua bulan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Area persawahan yang alami kekeringan di Cibarusa, Bekasi, Jabar, 3 Oktober 2014. Memasuki musim kemarau tiga desa yaitu Desa Ridhogalih, Ridomanah, dan Sinarjati di Cibarusa, Bekasi, kesulitan air bersih, kekeringan tersebut sudah hampir dua bulan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Tuban:Sedikitnya 42 desa yang berada di tujuh kecamatan dari total 20 kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terancam kekeringan. Pemerintah Tuban telah mengantisipasi dampak kemarau 2015, terutama bantuan pangan dan air bersih.

    Dari 42 desa yang terancam kekeringan bisa jadi, jumlahnya bertambah. Penyebabnya, bulan Juni ini baru awal kemarau yang diprediksi bisa mencapai bulan November 2015 mendatang. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban telah menginventarisir daerah potensi kekeringan. “Pendataan telah kita lakukan,” ujar Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Tuban, Teguh Setyo Budi pada Tempo Kamis 25 Juni 2015.

    Daerah yang berpotensi kekeringan, yaitu Kecamatan Senori dimana terdapat sembilan desa. Kemudian Kecamatan Grabagan terdapat enam desa, Kecamatan Parengan dengan 11 desa, Kecamatan Semanding dengan enam desa. Selain itu ada Kecamatan Soko dengan lima desa, Kecamatan Kerek ada empat desa dan Kecamatan Montong ada dua desa.


    Data rawan kekeringan, bisa terus bertambah, mengingat survei di lapangan masih berlangsung. Menurut Teguh Setyo Budi, selama awal Juli hingga November, pihak BPBD Tuban, kemungkinan banyak turun di lapangan. Di antaranya dengan memantau langsung kawasan yang dianggap membutuhan air atau bahkan kebutuhan pangan.

    Seperti di Kecamatan Senori di Kecamatan Grabagan, yang selama ini menjadi langganan kekeringan jika kemarau datang.”Jadi, kami sudah siap, awal kemarau ini,” imbuhnya.

    Sementara itu di Desa Sendang, Kecamatan Senori—sekitar 55 kilometer dari Kota Tuban, kini sudah mulai kesulitan air. Kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro ini, hampir tiap tahun mendapat suplai air bersih.

    Penyebabnya, sumur tanah yang relatif sulit keluar airnya. Sebagian warga yang menggali sumur, kedalamannya bisa mencapai 100 meter hingga 120 meter. “Desa Sendang, hampir tiap tahun, kekeringan,” ujar Nur Hamid,warga Senori pada Tempo Kamis 25 Juni 2015.

    Nur Hamid, yang juga santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Senori ini mengakui, warga Desa Sendang, sebagian sudah mempersiapkan tandon air di rumah, tempat ibadah, juga fasilitas umum serta pendidikan.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.