PT KAI Klaim Tol Cipali Tak Bunuh Bisnis Kereta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknisi dari PT Kereta Api Commuter Line memeriksa roda bagian belakang kereta yang diduga keluar dari jalur atau rel di Bintaro, Tangerang 16/6. Tempo/Jati Mahatmaji

    Teknisi dari PT Kereta Api Commuter Line memeriksa roda bagian belakang kereta yang diduga keluar dari jalur atau rel di Bintaro, Tangerang 16/6. Tempo/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia, Daerah Operasi II Bandung, Zunerfin mengklaim, keberadan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) tidak menggerus jumlah penumpang kereta Cirebon Ekpsress yang melayani rute Bandung-Cirebon. “Ada pengaruh, tapi tidak siginfikan,” kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 25 Juni 2015.

    Zunerfin mengatakan, Kereta Cirebon-Ekspress yang berjalan dua kali sehari melayani rute Bandung-Cirebon bukan termasuk kereta yang padat kendati okupansinya lumayan. “Saat normal okupansinya antara 50 persen sampai 60 persen,” kata dia. “Okupansinya agak rendah.”

    Menurut Zunerfin, keberadaan tol Cipali itu dinilai bukan pesaing kereta. Salah satu alasannya, rute tempuh kereta masih lebih cepat. “Dari Bandung untuk mencapai tol itu harus berjalan menuju, itu saja 1,5 jam, lalu dari sana mejuju Cirebon. Kalau dengan kereta hanya 3 jam,” kata dia.

    Tak hanya itu, saat ini tengah dibangun jalanpintasan kereta Cibungur-Tanjungrasa yang akan mempersingkat rute kereta Bandung-Cirebon yang saat ini memutar. “Kalau ‘short-cut’ selesai, kita menghemat waktu setengah jam lebih cepat,” kata Zunerfin.

    Zunerfin mengatakan, segmen penumpang Kereta Cirebon Ekspress berbeda dengan penumpang bus yang memanfaatkan jalan tol Cipali. “Rute kereta kita jauh dengan jalur jalan raya, segmennya berbeda,” kata dia.

    Jalan pintasan kereta Cibungur-Tanjungrasa ditargetkan beroperasi pada 2017 nanti. Tahun ini misalnya, pemerintah Jawa Barat mengalokasikan Rp 25 miliar untuk pembayaran lahan pengganti hutan yang dikelola Perhutani, yang dijadikan rute jalan pintasan kereta itu.

    Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, jika lahan pengganti rampung, menuntaskan penyediaan lahan untuk jalan pintasan kereta itu. Pembangunan fisiknya sudah dimulai sethuan lalu di lahan yang sudah dibebaskan. “Diperkirakan pembangunan fisiknya tahun 2017 beres,” kata dia, Oktober tahun lalu.

    Jalan pintas kereta dari Cibungur, Purwakarta menuju Tanjungrasa,Karawang, itu panjangnya 10,8 kilometer. Jalan pintas itu menjadi pengh ubung untuk memendekkan jalan kereta dari Bandung-Cirebon yang saat ini memutar lewat Cikampek. Jalan pintas itu disiapkan untuk menjadi short-cut untuk menghubungkan jalur kereta di Pantura dengan jalur tengah.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.