Unpad: 98 Persen Warga Bandung Puas dengan Kinerja Pemerintah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung Ridwan Kamil, bersiap-siap mengayuh sepedanya saat akan meninjau gladi bersih Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Jawa Barat. Kamis 23 April 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung Ridwan Kamil, bersiap-siap mengayuh sepedanya saat akan meninjau gladi bersih Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Jawa Barat. Kamis 23 April 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Survei yang digelar Universitas Padjadjaran (Unpad) menyebut 98 persen warga Bandung puas dengan kinerja pemerintah kota. Survei yang digelar oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Dinamika Pembangunan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unpad, itu melibatkan 200 responden. Dari seluruh responden yang diwawancara, hanya 2 persen yang tak puas.

    "Hasil survei yang kami lakukan mencakup empat aspek, yaitu Bandung resik, Bandung nyaman, Bandung sehat, dan Bandung sejahtera," ujar Rizal Sudirdja, Ketua LPPM Unpad, saat menjelaskan hasil survei, Kamis, 25 Juni 2015.

    Survei melibatkan warga dari 30 kecamatan dan 50 kelurahan di Bandung. Sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga, jumlahnya mencapai 26,5 persen.

    Asep Warlan, guru besar Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, mengatakan survei yang dilakukan LPPM boleh dijadikan salah satu acuan tapi tidak dijadikan patokan pasti. Karena ada beberapa aspek yang tidak sesuai dengan permasalahan yang diangkat.

    "Seperti masalah harga bahan pokok, itu tidak tergantung dari pemerintah kota, jadi ada baiknya dikaji kembali dan dijadikan evaluasi untuk survei selanjutnya,” kata Asep.

    Soal kemacetan jalan menjadi salah satu masalah yang membuat warga tak puas dengan kinerja pemerintah. Sebanyak 67 persen warga tidak puas karena macet. Guru besar Fisip Unpad, Dede Mariana, mengatakan kemacetan di Bandung tidak mudah diatasi.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.