Pasar Terbakar, Gubernur Jateng Minta PLN Audit Listrik Pasar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri: Petugas berusaha memadamkan api yang membakar komplek Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/12) malam. Kanan: Ratusan warga menyaksikan kebakaran di komplek Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/12) malam. (sumber: Twitter)

    Kiri: Petugas berusaha memadamkan api yang membakar komplek Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/12) malam. Kanan: Ratusan warga menyaksikan kebakaran di komplek Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/12) malam. (sumber: Twitter)

    TEMPO.CO, Purwokerto - Banyaknya kasus kebakaran pasar membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berniat mengaudit jaringan listrik di pasar. Ganjar mengharapkan pengecekan jaringan listrik di pasar tradisional itu dapat dilakukan secepatnya.

    "Silahkan PLN bisa mengaudit pasar-pasar sesegera mungkin," kata Ganjar saat berdialog dengan Bupati Banyumas Achmad Husein dan pedagang di sela kunjungan di Pasar Wage, Purwokerto, Banyumas, Kamis, 25 Juni 2015.

    Menurut dia, audit jaringan listrik tersebut perlu dilakukan karena beberapa kasus kebakaran yang melanda pasar tradisional dipicu  jaringan listrik, salah satunya kebakaran Pasar Kaliangkrik, Magelang, beberapa hari lalu.

    Dia mengakui jaringan listrik di Pasar Wage Purwokerto cukup tertata rapi, namun masih ada yang perlu dibenahi. Dari pantauan Tempo, jaringan listrik di Pasar Wage terlihat tidak aman. Banyak jaringan terbuka yang hanya dibungkus plastik.

    Ganjar mengatakan, dinas terkait harus rajin mengontrol kabel jaringan listrik di pasar. "Setelah kejadian di beberapa pasar itu, saya minta pada dinas dan MoU sama PLN, seluruh kabupaten/kota tolong cek kondisi pasar masing-masing. Kerja sama dengan dinas kami, setelah itu kita siapkan satu persatu," katanya.

    ARIS ANDRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.