Duh, Daging Busuk Dijual di Pasar Tradisional Solo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemusnahan daging Sapi dan Daging ayam busuk dan mengandung formalin. TEMPO/Andry Prasetyo

    Pemusnahan daging Sapi dan Daging ayam busuk dan mengandung formalin. TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.COSolo - Dinas Pertanian Surakarta, Jawa Tengah, memusnahkan 37 kilogram daging busuk yang ditemukan dalam operasi yustisi yang digelar Kamis dinihari, 25 Juni 2015. Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar dalam tungku khusus kremasi.

    Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Surakarta Bagus Sarwoko mengatakan operasi itu digelar bersama kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja. "Ada dua tim yang menyisir di sejumlah pasar tradisional," ucapnya, Kamis, 25 Juni 2015.

    Tim pertama melakukan operasi di Pasar Legi, Jebres, dan tempat penampungan daging di kawasan Jagalan. Tim kedua melakukan operasi di Pasar Nusukan, Jongke, dan Kleco. “Kami memilih pasar yang selama ini banyak memperdagangkan daging segar,” ujar Bagus.

    Menurut Bagus, tim pertama berhasil menyita 1 kilogram daging yang memiliki kadar air di atas ambang batas. "Biasa disebut sebagai daging gelonggongan," tuturnya. Daging itu ditemukan di salah satu tempat penampungan daging di Jagalan.

    Sedangkan tim kedua menemukan 35 potong daging sapi busuk di Pasar Nusukan. Daging itu tersimpan di lemari pendingin yang ada di pasar tersebut. "Semula tidak ada pedagang yang mengaku memiliki daging itu," katanya. Setelah ditunggu, akhirnya ada dua pedagang yang mengaku sebagai pemilik daging itu.

    Tim tersebut lantas melanjutkan operasi di Pasar Legi, salah satu pasar terbesar yang ada di Surakarta. Di tempat tersebut, tim menemukan bungkusan berisi 2 kilogram kepala ayam yang sudah busuk. Selain berbau, kepala ayam itu sudah mengeluarkan lendir.

    "Semua daging yang tidak layak jual itu langsung kami sita," ucapnya. Daging busuk itu lantas dibakar di tungku kremasi yang ada di kantor Dinas Pertanian. Sedangkan daging gelonggongan cukup ditiriskan untuk mengurangi kadar airnya. "Pedagangnya langsung ditangani oleh kepolisian," ucapnya.

    Menurut Bagus, temuan dalam operasi yustisi itu merupakan yang terbesar sejak Januari hingga Juni 2015. "Kami berharap masyarakat semakin berhati-hati saat membeli daging," tuturnya. Menurut dia, daging busuk memiliki ciri fisik yang sangat mudah dikenali, seperti warna yang gelap, berbau, serta mengeluarkan lendir.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.