Kasus Mobil Listrik, Kejaksaan Geledah Bekas Kantor Dahlan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra menjawab pertanyaan awak media usai diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 22 Juni 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra menjawab pertanyaan awak media usai diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 22 Juni 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Tony Spontana mengatakan tim penyidik Subdirektorat Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus akan menggeledah gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara hari ini, Kamis, 25 Juni 2015. Hal ini terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan 16 mobil listrik. "Penyidik sudah berangkat ke sana. Saya belum tahu secara rinci keterangan apa saja yang akan mereka cari. Biasanya dokumen pengadaan," ujar Tony kepada Tempo.

    Dalam kasus dugaan korupsi mobil listrik yang diasumsikan merugikan negara sebesar Rp 32 miliar, Kejagung telah menetapkan dua tersangka, yaitu Dasep Ahmadi selaku pelaksana proyek dan Agus Suherman, pejabat Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kementerian BUMN. Dasep dianggap tidak memenuhi kontrak kerja, sementara Agus disebut menyalahi wewenang.

    Kejagung juga tengah menimbang penetapan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai tersangka. Menurut keterangan saksi, Dahlan-lah yang memerintahkan Agus meminta dana Rp 32 miliar kepada Bank Rakyat Indonesia, Perusahaan Gas Negara, dan Pertamina untuk membiayai proyek mobil listrik. Dahlan menyebut pendanaan itu sebagai sponsorship.

    Berdasarkan info yang didapat Tempo, tim penyidik telah tiba di Kementerian BUMN. Tim dipimpin jaksa Victor Antonius selaku penyidik. 

    Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Sarjono Turin sempat menuturkan pihaknya kurang satu alat bukti untuk menetapkan Dahlan sebagai tersangka. Alat bukti itu berupa dokumen yang menjelaskan peran Dahlan. "Keterangan-keterangan saksi mengarah ke Dahlan, tapi itu baru bisa jadi satu alat bukti," ujarnya.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.