Waspada MERS: Umrah, Jangan Selfie dengan Unta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awan hitam yang mengyelimuti pantai Mercusuar saat para turis berjalan-jalan menggunakan unta di utara Sydney, Australia, 4 Desember 2014. REUTERS/Jason Reed

    Awan hitam yang mengyelimuti pantai Mercusuar saat para turis berjalan-jalan menggunakan unta di utara Sydney, Australia, 4 Desember 2014. REUTERS/Jason Reed

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama meminta jemaah umrah Ramadan yang saat ini sedang berangkat atau telah tiba di Arab Saudi waspada. Alasannya, negara tersebut adalah salah satu negara utama tempat menyebarnya penyakit Middle East respiratory syndrome (MERS).

    Salah satu hal yang diwanti-wanti Tjandra agar tak dilakukan jemaah umrah adalah berpose bersama unta. "Jangan kontak dengan unta, tidak perlu foto menunggang unta atau berdiri di depannya," kata Tjandra melalui pesan pendek, Rabu, 24 Juni 2015.

    Susu unta mentah, kata Tjandra, juga tidak boleh diminum. Perjalanan ke peternakan unta sebaiknya tidak usah dilakukan. Hewan khas padang pasir itu dikhawatirkan membawa virus MERS.

    Tjandra menyebutkan antisipasi menularnya MERS dapat dilakukan dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan di bawah air mengalir. "Setidaknya cuci selama 20 detik," ujar Tjandra. Dia juga mengingatkan agar selalu melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).‎

    Hingga 15 Juni 2015, total ada 1.038 kasus MERS yang dilaporkan di Arab Saudi. Dari jumlah itu, sebanyak 459 meninggal, 573 orang sembuh, dan 6 masih dalam perawatan.

    Bila dibandingkan data tahun lalu, kata Tjandra, jumlah kematian akibat MERS di Arab Saudi makin meningkat. Periode Januari-Juni tahun lalu, persentase kematian akibat MERS sebesar 39 persen. Angka itu meningkat jadi 47 persen tahun ini.

    Tak hanya itu, umur rata-rata pasien ‎MERS di sana juga semakin muda. Pada 2014, usia rata-rata penderita MERS adalah 55 tahun. Angka ini mengecil menjadi 49 tahun pada 2015.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.