Abraham Samad: Demi Hormat Saya kepada Polisi...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non-aktif Abraham Samad, menunggu menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, 24 Juni 2015. Samad diperiksa sebagai tersangka atas kasus penyalahgunaan wewenang selama menjabat sebagai ketua KPK.  Foto: Tim Kuasa Hukum Abraham Samad

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non-aktif Abraham Samad, menunggu menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, 24 Juni 2015. Samad diperiksa sebagai tersangka atas kasus penyalahgunaan wewenang selama menjabat sebagai ketua KPK. Foto: Tim Kuasa Hukum Abraham Samad

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non-aktif Abraham Samad berterima kasih kepada penyidik Polri yang telah memeriksanya selama lima jam lebih. Dalam pemeriksaan tersebut, Samad menjelaskan kronologi pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo, petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai NasDem.

    "Alhamdulillah, ternyata tidak ada masalah di dalamnya," kata Abraham Samad di Bareskrim, Rabu, 24 Juni 2015.

    Samad menerangkan polisi mempersoalkan pertemuannya dengan sejumlah elite politik tersebut berdasarkan laporan Direktur Eksekutif KPK Watch Yusuf Sahide. Samad dituduh menyalahgunakan wewenang lantaran berusaha melakukan lobi politik untuk menjadi wakil presiden bersama Jokowi. Samad pun menegaskan pertemuan yang digagas Hasto di Yogyakarta itu bersifat terbuka. "Semua wartawan hadir waktu itu, jadi bukan pertemuan tertutup," ujarnya. "Saya ingat betul, waktu itu wartawan main-main ke saya, meminta saya duduk berdampingan dengan Pak Jokowi. Jadi, tidak ada masalah soal itu."

    Saat disinggung pertemuan di apartemen the Capital Residences kawasan SCBD Jakarta Selatan, Samad enggan berkomentar banyak. Kata Samad, pertemuan itu membahas pemilihan Gubernur Bali. Samad pun membantah ada agenda politik di balik pertemuan tersebut.

    Oleh sebab itu, pimpinan KPK melalui Taufiqurrahman Ruki telah meminta Bareskrim untuk menghentikan kasusnya. Selanjutnya, kasus ini akan dibawa ke sidang kode etik KPK. "Tapi karena polisi tiba-tiba memanggil, demi hormat saya kepada polisi, saya memenuhi panggilan," tuturnya.

    Samad diperiksa sebagai tersangka atas kasus penyalahgunaan wewenang selama menjabat sebagai Ketua KPK. Samad mengaku belum pernah dipanggil sebagai saksi sebelum ditetapkan sebagai tersangka. "Ya enggak apa-apa lah. Yang penting ini pemeriksaan paling profesional dan manusiawi yang pernah saya alami," tutur Samad.

    Samad senang menjalani proses pemeriksaan lantaran penyidik memberikan waktu istirahat dan salat. "Saya sangat mengapreasiasi dan berterima kasih kepada penyidik."

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.