Balai POM Temukan Minuman Bercampur Pewarna Tekstil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerupuk merah yang ditemukan di pasar Serang, Banten, diduga mengandung bahan pewarna tekstil yang berbahaya. TEMPO/Darma Wijaya

    Kerupuk merah yang ditemukan di pasar Serang, Banten, diduga mengandung bahan pewarna tekstil yang berbahaya. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.COPadang - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang menemukan minuman yang menggunakan zat berbahaya di Pasar Pabukoan Imam Bonjol, Kota Padang.

    "Hasil sidak kita, ada beberapa jenis minuman yang mengandung bahan berbahaya," ujar Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Konsumen BPOM Padang Hilda Murni Rabu, 24 Juni 2015.

    Hilda mengatakan sebanyak 26 makanan dan minuman berwarna di Pasar Pabukoan diuji di laboratorium. Sekitar dua hingga tiga sampel diduga positif mengandung zat-zat berbahaya. 

    Menurut dia, minuman itu diduga mengandung pewarna teksil, rodhamin-B dan boraks. Sementara untuk makanan, menurut hasil uji laboratorium, memenuhi persyaratan.

    "Saat ini kita sedang melakukan pengujian lebih lanjut terhadap minuman berwarna. Dua hari ini hasilnya akan keluar," ujarnya.

    Hasil uji laboratorium tersebut akan disampaikan kepada Wali Kota Padang, Dinas Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Kesehatan untuk melakukan pembinaan terhadap para pedagang.

    Namun, kata Hilda, dibanding tahun lalu, Pasar Pabukoan di Kota Padang sudah jauh lebih baik. Sebab, tiga minggu sebelum Ramadan, BPOM mengundang para pedagang untuk mensosialisasikan kebersihan makanan dan minuman. 

    "Tapi memang ada masalah yang masih ditemui, yaitu masalah kebersihan," ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.