Ini Profil Enam Calon Pimpinan KPK dari Polri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaftar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantar berkas pendaftaran di Ruang Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, 23 Juni 2015. Pendaftaran Calon Pimpinan KPK akan ditutup besok 24 Juni 2015. TEMPO/Subekti.

    Pendaftar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantar berkas pendaftaran di Ruang Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, 23 Juni 2015. Pendaftaran Calon Pimpinan KPK akan ditutup besok 24 Juni 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO , Jakarta: Anggota Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Yenti Garnasih membenarkan ada enam perwira tinggi kepolisian yang telah mendaftar, di antaranya  Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende, Inspektur Jenderal Syahrul Mamma, Inspektur Jenderal Purnawirawan Benny Mamoto, serta pengajar Sekolah Staf dan Pimpinan Polri Brigadir Jenderal Basaria Panjaitan.

    "Benar, mereka sudah mendaftar. Cukup banyak yang dari Polri, tapi saya tidak hafal namanya," kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 24 Juni 2015. "Jumlahnya tak sampai 10 orang."

    Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Budi Gunawan mengatakan mereka telah meminta rekomendasinya dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti.

    Selain keempat nama tersebut, ada Pati lagi yang berminat mendaftar calon pimpinan KPK, di  antaranya Asisten Sarana dan Prasarana Kapolri Inspektur Jenderal Tubagus Anis Angkawijaya dan Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Inspektur Jenderal Sam Budiono.

    "Tapi, mereka belum meminta rekomendasi. Selain enam itu, biasanya akan ada lagi. Kami tidak membatasi," ujar Budi.

    Adapun rekam jejak keenam Pati dan purnawirawan itu antara lain:

    1. Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende
    Selama berkarir 34 tahun di Kepolisian, Yotje menghabiskan 20 tahunnya di bidang reserse dan kriminal. Ia juga pernah menjadi tim penyidik kasus korupsi Gayus Tambunan.

    2. Inspektur Jenderal Syahrul Mamma
    Pria kelahiran Ujung Pandang, 26 Februari 1958 itu saat ini menjadi Pati SSDM Polri penugasan Kemenkopolhukam Bidang Kordinasi Keamanan Nasional.

    3. Inspektur Jenderal Purnawirawan Benny Mamoto
    Pria bernama lengkap Benny Josua Mamoto dinilai cukup berprestasi selama berkarir di Kepolisian dan Badan Narkotika Narkoba. Alumnus Akademi Angkatan Bersenjata RI angkatan 1977 itu telah pensiun sejak 26 November 2013.

    Benny juga turut andil dalam pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa kegiatan pawai salib dalam peringatan hari Paskah oleh masyarakat Minahasa Utara (Minut) pada April 2012.

    Mantan Deputi Pemberantasan Narkotika BNN itu pernah mendapat beberapa penghargaan, antara lain Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun, serta Bintang Bhayangkara Nararya.

    4. Sekolah Staf dan Pimpinan Polri Brigadir Jenderal Basaria Panjaitan
    Basaria menjadi menjadi polisi wanita dengan pangkat tertinggi saat ini. Wanita kelahiran Sumatera Utara, 20 Desember 1957 itu lebih banyak berkecimpung di bidang reserse.

    5. Asisten Sarana dan Prasarana Kapolri Inspektur Jenderal Tubagus Anis Angkawijaya
    Pria kelahiran Bandung, 13 Oktober 1957, itu sempat masuk bursa calon Kepala Kepolisian RI bersama Jenderal Sutarman dan Budi Gunawan pada 2013 lalu.

    6. Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Inspektur Jenderal Sam Budiono

    DEWI SUCI RAHAYU



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.