Pencurian Raskin di Gowa Marak, Kerugian Rp 2 Miliar per Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beras untuk orang miskin. Tempo/Andri Prasetyo

    Beras untuk orang miskin. Tempo/Andri Prasetyo

    TEMPO.COGowa - Aksi pencurian beras miskin atau raskin marak terjadi di Kabupaten Gowa. Pencurian raskin ini terjadi tiap tahun saat raskin disalurkan kepada warga miskin.

    Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten Gowa, Iriansyah, mengatakan modus pencurian raskin ini dilakukan dengan cara mengurangi isi karung beras saat dalam perjalanan menuju tempat penyaluran raskin. Beras miskin yang dikurangi itu hampir terjadi secara merata di semua desa dan kelurahan. "Kekurangannya sampai 3 kilogram per karung," katanya.

    Kabupaten Gowa, kata Iriansyah, mendapat jatah raskin sebanyak 543 ton setiap bulan. Raskin tersebut dikemas dalam karung sebanyak 36.212 karung berukuran 15 kilogram. "Jika 1 kilogram saja yang dicuri, artinya raskin milik warga hilang 36 ton lebih tiap bulan," ucapnya.

    Iriansyah pun memprediksi jumlah kerugian dari praktek pencurian raskin ini ditaksir mencapai Rp 2 miliar per tahun. Kerugian akibat tindak pencurian ini juga banyak dikeluhkan masyarakat. "Hampir semua penerima mengaku beratnya sudah tidak sampai 15 kilogram," ujarnya.

    Ia meminta Bulog memperketat pengawasan dalam proses penyaluran raskin tersebut. Pihaknya menyarankan agar jasa pengangkutan raskin menyiapkan timbangan khusus. "Setiap raskin yang akan diserahkan ke kelurahan atau desa sebaiknya ditimbang terlebih dulu," tuturnya.

    Kepala Gudang Bulog Kabupaten Gowa, Nasir, membenarkan bahwa aksi pencurian raskin ini marak terjadi tiap tahun. Ia pun mengaku telah bertemu dengan pihak Pemerintah Kabupaten Gowa untuk membicarakan masalah tersebut. "Kami sudah sepakat untuk memperketat penyaluran raskin nanti," ucapnya.

    Menurut dia, proses penimbangan beras sebenarnya selalu dilakukan tiap akan disalurkan kepada warga miskin. Hanya, pengawasan yang dilakukan saat pengangkutan masih dinilai lemah. "Agar lebih transparan, ke depan kami sepakat untuk menyiapkan timbangan di tiap mobil yang mengangkut raskin ini," ujar Nasir.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.