Kejaksaan Agung Ralat Pemeriksaan Dahlan Iskan Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra usai diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri di Mabes Polri, Jakarta, 22 Juni 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra usai diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri di Mabes Polri, Jakarta, 22 Juni 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Spontana mengatakan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan tidak diperiksa hari ini.

    Dahlan seharusnya dimintai keterangan sebagai saksi dalam kaitan dugaan korupsi pengadaan 16 unit mobil listrik di tiga BUMN. "Maaf ralat, ternyata hari ini memang tidak ada jadwal pemeriksaan DI (Dahlan Iskan), bukan pembatalan," kata Tony melalui pesan singkat, Rabu, 24 Juni 2015.

    Menurut Tony, jadwal pemeriksaan hari ini di gedung bundar Kejagung adalah atas nama tersangka DA dan AS. Jadwal pemeriksaan Dahlan berikutnya, kata Tony, akan ditentukan setelah evaluasi mingguan setiap Jumat.

    Kuasa hukum Dahlan, Yusril Ihza Mahendra menyatakan memang tak ada jadwal pemeriksaan atas kliennya hari ini. "Kalau ada panggilan katanya akan dikasih surat, suratnya belum ada," ujar Yusril.

    Jangankan surat, ucap Yusril, pemberitahuan lisan tentang jadwal pemeriksaan pun belum diberi tahu Kejaksaan pada kliennya. "Mungkin dianggap sudah selesai, kami tak mengerti juga."

    Kejagung menetapkan ada tindak pidana korupsi di balik pengadaan mobil listrik yang didanai BRI, PGN, dan Pertamina sebanyak Rp 32 miliar. Bentuk korupsinya adalah penyalahgunaan wewenang, penunjukan langsung, serta hasil proyek yang tak sesuai spek namun sudah dibayarkan.

    Kejagung sudah menetapkan dua tersangka untuk kasus ini yaitu Dasep Ahmadi dari PT Sarimas Ahmadi selaku pelaksana proyek serta mantan Direktur Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kementerian BUMN Agus Suherman. Keduanya dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU Tipikor.

    Adapun Dahlan Iskan ikut terseret kasus ini karena menjadi inisiator proyek yang memerintahkan Agus untuk meminta dana ke ketiga BUMN, dan yang menunjuk langsung Dasep. Kejagung tengah menimbang penetapan Dahlan sebaga tersangka. Dahlan sebelumnya telah diperiksa pada 17 Juni 2015 lalu.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.