MENCARI PEMBUNUH ANGELINE: Apa Lagi yang Ditunggu Polisi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto bocah cantik, Angeline (8) dibawa oleh sejumlah aktivis perlindungan anak dari Forum Anak Daerah Denpasar saat melakukan doa bersama untuk arwah Angeline, di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Foto bocah cantik, Angeline (8) dibawa oleh sejumlah aktivis perlindungan anak dari Forum Anak Daerah Denpasar saat melakukan doa bersama untuk arwah Angeline, di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Untuk itu, Heri menuturkan, hasil tes kebohongan Agus tidak akan diungkapkan Kepolisian kepada publik hingga persidangan digelar. Tujuannya, agar hasil itu tidak mempengaruhi pihak dan orang-orang yang terlibat dalam kasus ini. (Baca: Hotman Jadi Pengacara Agus, Tersangka Pembunuh Angeline)

    Pekan lalu, Agus membeberkan sejumlah pegakuan mengejutkan yang memojokkan Margriet. Dalam keterangan tambahannya kepada penyidik pada Rabu, 17 Juni 2015, Agus mengakui bahwa Margriet sendiri yang membunuh anak angkatnya itu.

    Berita Menarik:

    Demi Biaya Kuliah, Banyak Mahasiswi Jadi Wanita Simpanan
    Pemuda Ini Tak Bisa Berhenti Senyum Setelah Gagal Bunuh Diri  

    Keterangan Agus kali ini memang berbeda dengan keterangan sebelumnya pada 10 Juni 2015, atau persis ketika Angline ditemukan membusuk di pekarangan rumah Margriet. Sejauh ini polisi baru menetapkan Agus sebagai tersangka pembunuh Angeline.

    Selain itu, Agus juga mengakui bahwa pembunuhan terjadi di kamar Margriet terjadi pada 16 Mei 2015. Sekitar pukul 09.30 Wita, Agus mendengar teriakan Angeline dari kamar Margriet. "‘Mama, lepaskan aku’," kata pengacara Agus, Haposan Sihombing, menirukan cerita kliennya. Teriakan itu hanya berlangsung sekali tapi terdengar sangat keras. (Baca pula: TRAGEDI ANGELINE: Margriet Ungkap Asal Mula Nama Angeline)

    Saat itu, menurut Haposan, Agus berada di kamarnya. Beberapa saat setelah teriakan Angeline, Margriet memanggilnya. Agus lantas masuk ke kamar Margriet. Di dalam kamar itu, Agus melihat Angeline dalam keadaan sekarat dengan posisi telentang di lantai. Tubuh Angeline banyak yang membiru. Bahkan, kepala bocah malang itu terlihat berdarah.

    Namun, pengacara Margriet, Hotma Sitompoel, menyangkal tudingan Agus. Menurut Hotma, cerita sebenarnya, Agus meminjam pensil ke Angeline untuk membuat surat yang akan dikirimkan Agus kepada keluarganya di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sekitar 30 menit kemudian, Angeline mendatangi Agus untuk meminta pensil itu. (Baca: Ibu Agus Datang ke Bali, Bantu Ungkap Pembunuh Angeline?)

    Ketika Angeline hendak ke luar kamar, ia sempat menyampaikan pesan kepada Agus. "Kata Ibu (Margriet), pekerjaanmu enggak becus," kata Hotma. Lantas, Agus naik pitam. Ia menarik Angeline ke dalam kamar lalu memukul bocah itu dan membenturkannya ke lantai hingga tewas. "Jadi peristiwanya bukan di kamar Margriet."

    Sebelumnya, Hotma, dalam sejumlah kesempatan membantah kliennya terlibat dalam kematian Angeline. Hotma berujar, keterangan Agustinus tak berdasarkan fakta. "Saya tak paham mengapa keterangan Agustinus dipertimbangkan meski tidak ada dukungan bukti," kata Hotma, Selasa, 23 Juni 2015. (Baca pula: Margriet Lapor Angeline Hilang, Polisi Emoh Beberkan Bukti)  

    ROFIQI HASAN | LINDA HAIRANI | AVIT HIDAYAT | BC

    Berita Menarik:
    Heboh Reshuffle Kabinet, Jokowi: Jangan Ganggu, Jangan Gaduh

    Foto Planet Mars: Tampak Piramida & Wajah, Ada Kehidupan?
    Kenapa Tarif Uber Lebih Murah dari Taksi Lain?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?