Jerman Berminat Bangun Infrastruktur Energi Terbarukan Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto dari udara akses tol Ngurah Rai-Tanjung Benoa-Nusa Dua Bali, (23/9). Jalan tol proyek Departemen Pekerjaan Umum (PU) senilai Rp2,4 Triliun ini dibangun selama 14 bulan. ANTARA FOTO/Eric Ireng

    Foto dari udara akses tol Ngurah Rai-Tanjung Benoa-Nusa Dua Bali, (23/9). Jalan tol proyek Departemen Pekerjaan Umum (PU) senilai Rp2,4 Triliun ini dibangun selama 14 bulan. ANTARA FOTO/Eric Ireng

    TEMPO.CO , Jakarta: Sejumlah proyek infrastruktur dan sumber energi terbarukan yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi  Bali dilirik investor asal Jerman.

    Ketertarikan tersebut dikarenakan salah satu negara maju ini memiliki kemampuan membangun proyek-proyek infrastruktur dan memiliki keunggulan teknologi dibandingkan dengan negara lain.

    Penegasan tersebut disampaikan Dubes Jerman untuk Indonesia Georg Witschel yang datang ke Kantor Gubernur Bali ditemani sejumlah pengurus kamar dagang dan industri (Kadin) dari negaranya.

    “Di sini sangat penting bagaimana memperlakukan sampah, karena itu merupakan sumber CO2, termasuk transportasi umum karena kendaraan membuangnya,” ujarnya di Denpasar, Selasa, 23 Juni 2015.

    Namun, untuk kepastian proyek infrastruktur yang akan dipilih, mereka akan terlebih dulu mengirimkan tim yang bertugas mengecek ke Bappenas guna mengetahui apakah Bali sudah mendaftarkan proyek tersebut.

    Wagub Bali I Ketut Sudikerta mendukung ketertarikan investor Jerman, karena jika direalisasikan akan sangat membantu Bali mewujudkan pembangunan infrastruktur. Dia mengakui tanpa adanya campur tangan investor asing, pemerintah daerah tidak mampu membiayai sendiri pembangunan infrastruktur karena membutuhkan dana sangat besar.

    “Kalau infrastruktur terwujud, erat kaitannya dengan pariwisata kami. Infrastruktur bagus akan sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” kata dia.

    Adapun sejumlah proyek yang ditawarkan kepada investor Jerman, seperti rencana pembangunan jalan tol Denpasar-Gilimanuk, Denpasar-Buleleng, GOR Internasional di Jimbaran, Pelabuhan Amed di Karangasem, Bandara di Bali Utara, pembangkit energi berbahan sampah, dan Jalur Kereta Api keliling Bali.  

    Secara khusus, Sudikerta mengharapkan Jerman dapat merealisasikan investasi dalam hal kelistrikan, karena teknologinya sudah diakui dunia internasional.

    Selain meminta Kedutaan Jerman membantu pembangunan infrastruktur, Sudikerta juga mengharapkan bantuan mendatangkan wisatawan asal negara itu ke Bali. Karena  wisman asal Jerman dinilai memberikan pendapatan tinggi bagi hotel, karena masa tinggal di destinasi wisata cukup lama.

    Ketua Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra menambahkan ketertarikan pelaku usaha Jerman membuktikan Pulau Dewata merupakan daerah layak untuk investasi. Dia menuturkan kemampuan teknologi yang dimiliki oleh investor negara tersebut akan sangat membantu Bali mengembangkan infrastruktur daerah.

    Lebih spesifik dijelaskan ada sejumlah potensi bidang energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan oleh investor luar di Bali, ‎salah satunya adalah TPA Suwung. Menurutnya, kehadiran investor dari Eropa Barat akan memberikan tidak hanya dana tetapi transfer teknologi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.