Kaos Ejek Bali Nine 'Get Rich or Die Trying' Dijual di Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaos bertema ejekan terhadap eksekusi penyelundup narkoba Duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dijual di sebuah pasar, di Bali. Twitter/Jamus

    Kaos bertema ejekan terhadap eksekusi penyelundup narkoba Duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dijual di sebuah pasar, di Bali. Twitter/Jamus

    TEMPO.CO , Denpasar: Kaos yang mengejek terpidana mati kasus Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dijual di Bali. Padahal, duo Bali Nine asal Australia tersebut baru dieksekusi mati dua bulan lalu.

    “Kaos dengan foto duo Bali Nine dan bertuliskan slogan ‘Get rich or die trying’ (Jadilah Orang Kaya, atau Berusaha Sampai Mati untuk Jadi Kaya)—mengutip album dan film bintang hip hop 50 Cent—dijual di Indonesia,” tulis Daily Mail, Selasa, 23 Juni 2015.

    Chan, 31 tahun, dan Sukumaran, 34 tahun, mendekam di Penjara Kerobokan selama 10 tahun lantaran kasus heroin pada 2005. Keduanya dieksekusi mati di Pulau Nusakambangan pada 29 April lalu.

    Kaos yang mencemooh Chan dan Sukumaran pun dijual ke turis-turis asing di antaranya dari Australia. Wisatawan Australia Josh Colback merasa jijik ketika melihat kaos tersebut dijual di sebuah tempat di Kuta. Karena itu, Colback mengunggah foto dan video penjualan kaos itu di Facebook.

    “Saya hanya melihat kaos itu di satu took kecil. Harganya standar kaos di Balil sekitar $3 sampai $5,” kata Colback kepada Daily Mail Australia.

    Setelah Colback mengunggah foto dan video kaos itu ke Facebook, reaksi beragam muncul dari warga Australia. “Fakta bahwa orang-orang menganggap kaos ini lucu adalah sesuatu yang memalukan,” tulis Felicity Kebab.

    Sementara Johnny Budalich menulis, “Saya ingin kaos itu satu. Kenyataan memang menyakitkan. Pesan dari kaos itu, jangan menjadi pengedar narkoba dan Anda tidak akan ketiban masalah.”

    Menurut seorang pengguna Twitter dengan nama Jayme Oliver-Twist, ‘Toko itu mengatakan mereka menjual kaos itu ke beberapa warga Australia. Dan meski merasa sangat jijik, penjualannya laris.”

    DAILYMAIL | KODRAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.