Rekomendasi Suhardi Agar Daftar KPK Direspon Positif Kejati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Pantia Seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Meuthia Ganie Rochman setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. Kedatangan tim Pansel calon pimpinan KPK untuk berdiskusi sekaligus meminta bantuan kepada lima pimpinan KPK terkait pelaksanaan tahapan seleksi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota Pantia Seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Meuthia Ganie Rochman setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. Kedatangan tim Pansel calon pimpinan KPK untuk berdiskusi sekaligus meminta bantuan kepada lima pimpinan KPK terkait pelaksanaan tahapan seleksi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Makassar:Penunjukan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, Suhardi, oleh Jaksa Agung Muhammad Prasetyo untuk mendaftar sebagai calon pimpinan KPK mendapat respon positif pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat.


    "Selama ini beliau (Suhardi) memang intens mengawasi penanganan kasus korupsi," kata juru bicara Kejaksaan Tinggi, Abdul Rahman Morra, kepada Tempo Selasa malam, 23 Juni 2015.

    Rahman menuturkan sejak bertugas di Kejaksaan Tinggi, Suhardi sangat konsen dengan penuntasan kasus-kasus korupsi di wilayah hukum Sulawesi Selatan dan Barat. Beberapa kali, Suhardi melakukan evaluasi dan supervisi khusus ke Kejaksaan Negeri se-Sulawesi Selatan dan Barat untuk memberikan masukan dan penegasan dalam pemberantasan korupsi.

    Selama ini koordinasi antara bidang pidana khusus dengan Kepala Kejaksaan Tinggi berjalan lancar, sehingga beberapa kasus berhasil dituntaskan yang berdampak pada pemulihan keuangan negara.

    Tidak hanya di kalangan internal, kata Rahman, Suhardi juga banyak memberikan pencerahan kepada masyarakat dan pejabat pemerintah agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan keuangan daerah. "Tentu kami berharap beliau bisa menjadi pimpinan KPK," ujar Rahman.

    Namun Wakil Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi Selatan, Kadir Wokanubun, justru menilai kinerja Suhardi dalam penuntasan kasus korupsi biasa-biasa saja. "Masih banyak kasus mandek di Kejaksaan Tinggi maupun di Kejaksaan Negeri," kata Kadir.

    Menurut Kadir, alangkah baiknya bila Kepala Kejaksaan Tinggi Suhardi lebih fokus untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dalam penuntasan kasus korupsi di Sulawesi Selatan dan Barat. "Suhardi harus bertanggungjawab sebagai pimpinan tertinggi di Kejaksaan Tinggi."

    AKBAR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.