Ternyata Bupati Maros Jadi Tersangka Sejak Tiga Tahun Lalu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Maros, Hatta Rahman. Makassar.  TEMPO/KINK KUSUMA REIN

    Bupati Maros, Hatta Rahman. Makassar. TEMPO/KINK KUSUMA REIN

    TEMPO.CO, Makassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat ternyata telah menetapkan Bupati Maros Hatta Rahman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lampu hias dan taman di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

    Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Heri Dahana, mengatakan pihaknya memang telah menetapkan Hatta sebagai tersangka kasus itu. Penetapan politikus dari Partai Amanat Nasional itu telah dilakukan sejak lama, yakni sekitar tiga tahun lalu.

    "Iya, memang betul informasi itu," kata Heri kepada Tempo melalui pesan pendek, Selasa, 23 Juni 2015.

    Namun dia tidak merinci mengenai peran Hatta dalam kasus itu. Heri juga tidak merinci soal penetapan tersangka Hatta karena dia baru menjabat sebagai pimpinan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

    Menurut dia, penanganan perkara itu masih di bawah kendali pihaknya, tidak diambil alih oleh Markas Besar Polri. Dia mengatakan Mabes Polri hanya sebatas sebagai pengawas agar penanganannya bisa segera dituntaskan sampai ke pengadilan. "Kasusnya masih di Polda kok," ucapnya.

    Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lampu hias dan taman di lingkup Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Maros itu diketahui menggunakan APBD 2011. Proyek itu menghabiskan dana sebesar Rp 1,4 miliar. Adapun kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 524 juta.

    Sekretaris Partai Amanat Nasional Kabupaten Maros, Chaidir Syam, menilai penetapan Hatta sebagai tersangka keliru. Chaidir, yang juga menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Maros, mengatakan selama ini tidak pernah ada pemeriksaan ataupun informasi yang sampai kepada Bupati Maros tentang status tersangka itu.

    "Iya, saya rasa penetapan itu keliru oleh Polda Sulawesi Selatan dan Barat," ujar dia Selasa, 23 Juni 2015.

    Chaidir mengaku sangat kaget dengan pemberitaan soal status tersangka Hatta itu. Apalagi, status itu sudah disandang Hatta selama tiga tahun.

    "Ini sangatlah keliru dan saya rasa mungkin ada dugaan tersangka lain, tapi mengarah ke Bupati Maros," ungkapnya.

    TRI YARI KURNIAWAN | BADAUNI A.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.