Jasa Tukar Pinggir Jalan Diminta Waspadai Uang Palsu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjual uang kertas baru di kawasan jalan Veteran, Surabaya, Senin (07/30). Pada minggu ke dua puasa, sejumlah ruas jalan Pahlawan dan Veteran diramaikan oleh jasa penjualan uang kertas baru. Penjual mendapatkan keuntungan 10 persen dari setiap nilai uang kertas yang dijual. TEMPO/Fully Syafi

    Penjual uang kertas baru di kawasan jalan Veteran, Surabaya, Senin (07/30). Pada minggu ke dua puasa, sejumlah ruas jalan Pahlawan dan Veteran diramaikan oleh jasa penjualan uang kertas baru. Penjual mendapatkan keuntungan 10 persen dari setiap nilai uang kertas yang dijual. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Kepolisian Sektor Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar razia ke sejumlah penjual uang atau penyedia jasa penukaran uang yang biasa mangkal di sepanjang Jalan Pahlawan, Kabupaten Sidoarjo, Selasa, 23 Juni 2015. "Kami mengimbau kepada penjual jasa penukaran uang jangan sampai tertipu, termasuk mereka juga jangan sampai memalsukan uang," kata Kapolsek Sidoarjo Komisaris Naufil Hartono.

    Menurut Maufil, razia tersebut dilakukan agar masyarakat tidak tertipu mengingat menjelang Lebaran peredaran uang palsu biasanya semakin gencar. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya penjual uang atau jasa tukar uang berhati-hati dan waspada.

    Maufil menambahkan, sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat adanya peredaran uang palsu. Dalam razia itu polisi juga tidak menemukan indikasi peredaran uang palsu.

    Siti Maisyaroh, 31 tahun, seorang penjual uang, mengatakan untuk mengantisipasi pembeli yang menukarkan uang palsu, ia dan penjual lainnya menggunakan detektor dengan sinar UV. Selain itu, menghindari perampok yang berpura-pura menukarkan uang, dirinya tidak menyertakan semua lembaran uang saat menjajakan ke pembeli di pinggir jalan. "Uang aslinya cuman satu lembar, yang lain hanya kertas," kata dia mengungkapkan.

    Kasina, 45 tahun, penyedia jasa penukaran lainnya, mengatakan, dirinya bersama teman-temannya mulai berjualan sejak Minggu, 21 Juni 2015. Alasannya, "Semakin mendekati Lebaran beli uang dari pengepul semakin mahal," kata dia.

    Uang Rp 100 ribu pecahan Rp 1.000, lanjut Kasina, dijual ke pembeli Rp 120 ribu. Sementara uang Rp 100 ribu pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10 ribu, dan Rp 20 ribu masing-masing dijual Rp 110 ribu. "Untungnya sedikit mas," katanya.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.