Heboh Reshuffle Kabinet, Jokowi: Jangan Ganggu, Jangan Gaduh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Ketua DPD Irman Gusman (kedua kiri) tiba dalam acara Peresmian jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Purwakarta, Jabar 13 Juni 2015. Jalan tol sepanjang 116,75 kilometer ini merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Jokowi bersama Ketua DPD Irman Gusman (kedua kiri) tiba dalam acara Peresmian jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Purwakarta, Jabar 13 Juni 2015. Jalan tol sepanjang 116,75 kilometer ini merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta semua pihak tidak mengganggu kerja para menterinya. Ia meminta semua pihak tak membuat gaduh dengan mengembuskan isu perombakan kabinet.

    "Jangan ganggu menteri yang baru bekerja. Jangan buat gaduh," ujar Jokowi seusai berbuka bersama di rumah dinas Ketua DPR Setya Novanto di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2015.

    Jokowi meminta para pewarta berhenti membuat gaduh dan bertanya soal rapor menteri yang menjadi pembantu presiden. "Rapor menteri hanya presiden yang tahu," ujar Jokowi.

    Beberapa pekan lalu, Jokowi meminta laporan kinerja para menterinya sebagai bahan evaluasi. Ia mengaku telah mengantongi penilaian kinerja kabinetnya. Ada sejumlah menteri yang mendapat penilaian buruk.

    Nama sejumlah menteri yang memiliki rapor merah ini disebut-sebut masuk bursa reshuffle. Ada yang kabarnya dicoret dari kabinet dan ada menteri yang hanya bertukar posisi.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.