Johan Budi Sempat Ragu Daftar Calon Pimpinan KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji (kiri) dan Johan Budi melakukan jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, 1 Mei 2015. Novel Baswedan ditahan terkait kasus penganiayaan yang dituduhkan kepadanya pada tahun 2004 silam saat menjabat Kasat Reskrim Polda Bengkulu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Dua Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji (kiri) dan Johan Budi melakukan jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, 1 Mei 2015. Novel Baswedan ditahan terkait kasus penganiayaan yang dituduhkan kepadanya pada tahun 2004 silam saat menjabat Kasat Reskrim Polda Bengkulu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pelaksana tugas (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi SP mengatakan sempat merasa ragu untuk mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK. “Sempat ragu, tapi saya sudah berdiskusi dengan ibu saya,” katanya saat dihubungi Selasa 23 Juni 2015.

    Salah satu hal yang membuatnya ragu adalah melihat situasi dan kondisi terakhir. Kasus kriminalisasi terhadap para pimpinan KPK terdahulu pun menjadi salah satu alasan dia ragu. Situasi dan kondisi internal maupun eksternal KPK sempat menjadi pertimbangannya untuk tidak mendaftarkan diri.

    Namun setelah diskusi panjang ia pun  mendapatkan restu sang ibu. Istri Johan menyerahkan keputusan kepada pria yang cukup lama menjadi juru bicara KPK ini. “Dari keluarga, yang kurang sreg hanya si kecil,” katanya. Anak bungsunya yang berusia 14 tahun mengatakan tidak suka ketika Johan tetap sibuk di dunia KPK, alasannya Johan akan semakin sibuk dan tidak ada waktu untuk keluarga.

    Setelah mendapatkan restu sang ibu, Johan akan mendaftarkan dirinya esok hari. Hari ini, ia mengaku sedang mempersiapkan berkas dan dokumen sebagai salah satu prasyarat pendaftaran Capim KPK.

    Juru bicara Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Antikorupsi Betty Alisjahbana mengatakan hingga Senin 22 Juni 2015 sore sudah ada 217 orang yang mendaftar diri dalam bursa calon pimpinan KPK. “14 di antaranya perempuan,” katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.