Cegah MERS, Bandara Juanda Pasang Thermal Scanner  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah monitor yang mengcek suhu tubuh para penunpang saat tiba di bandara Internasional Bangkok Suvarnabhumi, Thailand, 21 Juni 2015. Pengidap MERS di Thailand adalah seorang pria 75 tahun asal Oman yang datang ke Bangkok untuk berobat. REUTERS/Kerek Wongsa

    Sebuah monitor yang mengcek suhu tubuh para penunpang saat tiba di bandara Internasional Bangkok Suvarnabhumi, Thailand, 21 Juni 2015. Pengidap MERS di Thailand adalah seorang pria 75 tahun asal Oman yang datang ke Bangkok untuk berobat. REUTERS/Kerek Wongsa

    TEMPO.CO, Surabaya - Bandar Udara Internasional Juanda memasang alat pemindai panas untuk mendeteksi penumpang pesawat yang terindikasi tertular penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Thermal Scanner dipasang di Terminal 2 untuk kedatangan penumpang dari luar negeri.

    "Kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya," kata Legal and Communication Head PT Angkasa Pura I Surabaya, Liza Anindya, di kantornya, Senin, 22 Juni 2015.

    Liza menjelaskan bahwa selain memasang thermal scanner, PT Angkasa Pura I juga memasang spanduk-spanduk berisi imbauan agar seluruh penumpang mewaspadai penyakit MERS. Spanduk tersebut juga dipasang di terminal kedatangan Internasional (T2).

    "Sementara ini kami memang sangat waspada terhadap MERS terutama pada penumpang yang masuk dari luar negeri," kata dia.

    Liza menjelaskan bahwa para penumpang dari negara-negara seperti Timur Tengah, Hong Kong maupun Korea Selatan menjadi yang sangat diwaspadai. Hal ini, menurutnya, berdasarkan pemetaan yang dibuat pihak KKP.

    Wabah MERS yang mematikan kembali menciptakan kekhawatiran secara global. Pada tahun ini, penyakit tersebut muncul di Korea Selatan. Hingga pekan lalu diketahui lebih dari 160 penduduk di negeri itu yang terjangkit. Sebanyak 23 di antaranya meninggal.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.