Jelang Mudik, Jalur Cilegon-Merak Dilebarkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terlihat kemacetan kendaran saat memasuki pintu pelabuhan di jalan raya Merak, Banten (03/08). Memasuki masa libur Lebaran, para pemudik tujuan Sumatra berbondong-bondong ke Pelabuhan Merak.   TEMPO/Dasril Roszandi

    Terlihat kemacetan kendaran saat memasuki pintu pelabuhan di jalan raya Merak, Banten (03/08). Memasuki masa libur Lebaran, para pemudik tujuan Sumatra berbondong-bondong ke Pelabuhan Merak. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COCilegon - Menjelang arus mudik Idul Fitri 1436 Hijriah, ruas jalan nasional di Cilegon-Merak, tepatnya dari Cikuasa Atas, dilebarkan. Pelebaran jalan dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan ketika puncak arus mudik terjadi.

    Petugas dari Kementerian Pekerjaan Umum Wilayah III Provinsi Banten, Suryanto, mengatakan pemerintah mulai memperbaiki dan melebarkan beberapa titik jalan yang ada di Kota Cilegon, dari pemeliharaan hingga pelebaran jalan. 

    Menurut Suryanto, jalan di Cikuasa Atas dilakukan perbaikan dan pelebaran dengan panjang sekitar 1.200 meter dan lebar 4,5 meter. “Untuk wilayah Kota Cilegon, perbaikan dimulai dari jalur Cikuasa Atas ini,” katanya, Senin, 22 Juni 2015.

    Suryanto menuturkan pelebaran jalan dilakukan untuk memperlancar kendaraan saat arus mudik Idul Fitri 2015. “Pelebaran jalan ini untuk menyiapkan kelancaran lalu lintas kendaraan pada arus mudik Lebaran tahun ini,” ujarnya. 

    Ia mengatakan pelebaran jalur bisa memberikan kenyamanan kepada para pemudik karena langsung menghubungkan kendaraan dari Pintu Tol Merak menuju Pelabuhan Merak. “Jalur tersebut kerap mengalami kemacetan yang cukup panjang saat puncak arus mudik terjadi. Bahkan kerap terjadi penumpukan," tuturnya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten Widodo Hadi mengatakan pembangunan sejumlah ruas jalan utama di Provinsi Banten akan dikerjakan tiga perusahaan BUMN. Beberapa ruas jalan tersebut adalah Simpang Munjul, Pamulang, Pajajaran, Otista, ruas Pakupatan-Palima, Hasyim Ashari, dan Palima-Pasar Teneng.

    Menurut dia, perusahaan BUMN tersebut adalah PT Brantas Abipraya, PT Hutama Karya, dan PT Adhi Karya. "Semuanya dilakukan dengan sistem multiyear atau tahun jamak dengan masa kerja selama 540 hari kalender," ucapnya.

    WASI'UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.