Menteri Siti: Eco Driving Penting untuk Persoalan Lingkungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kiri) dan Bupati Bogor Nurhayanti (kanan) membuat lubang resapan Biopori dalam kegiatan Gerakan 5 Juta Lubang Biopori di Cibinong, Bogor, Jabar, 22 April 2015. Kegiatan tersebut dalam memperingati Hari Bumi. ANTARA FOTO

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kiri) dan Bupati Bogor Nurhayanti (kanan) membuat lubang resapan Biopori dalam kegiatan Gerakan 5 Juta Lubang Biopori di Cibinong, Bogor, Jabar, 22 April 2015. Kegiatan tersebut dalam memperingati Hari Bumi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan "eco driving" merupakan bagian dari aksi nyata yang harus terus dibangun untuk mengampanyekan perubahan perilaku agar peduli pada lingkungan.

    "Kampanye publik menjadi sangat penting karena dalam mengatasi persoalan-persoalan lingkungan diperlukan pengetahuan, karena ilmu pengetahuan akan menumbuhkan pemahaman dan niat untuk berbuat lebih ramah pada lingkungan," kata Siti di Jakarta, Minggu, 20 Juni 2015.

    Siti Nurbaya melepas peserta Eco Driving Fun Rally di Parkir Timur Senayan, Jakarta, yang diikuti sebanyak 100 orang peserta workshop dan 60 mobil dengan berbagai tipe dan kategori.

    Eco driving rally merupakan aksi nyata bersama dalam penghematan bakar sesuai dengan tema Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2015, yakni "Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi", katanya.

    Workshop diikuti 120 peserta yang berasal dari anggota klub mobil, anggota polisi lalu lintas, anggota TNI, perusahaan swasta dan masyarakat umum serta wartawan.

    Di dalam Workshop Eco Driving disampaikan tips and trik bagaimana mengemudi yang baik, irit bahan bakar dan ramah lingkungan.

    Untuk menerapkan teori yang didapatkan di workshop tersebut para peserta mengikuti fun rally yang menempuh rute sekitar 27 km dengan kondisi jalanan yang bervariasi termasuk menghadapi kemacetan.

    Pelaksanaan kegiatan Eco Driving bertujuan meningkatkan kesadaran para pengendara kendaraan bermotor untuk meningkatkan penghematan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional, keselamatan berlalu-lintas, serta peningkatan kualitas lingkungan.

    Kegiatan eco driving dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Pekan Lingkungan dan Kehutanan Indonesia 2015.

    Tahun ini kegiatan eco driving mengusung tema, Fuel Saving and Low Emissions. Tema tersebut diharapkan dapat mengubah perilaku berkendara supaya lebih ramah lingkungan yang akan berdampak pada pengurangan konsumsi bahan bakar dan juga menciptakan udara yang bersih dengan berkurangnya emisi.

    Dampak mengemudi dengan prinsip eco driving berdasarkan perhitungan dari "The European Climate Change Programme", berpotensi menurunkan setidaknya 50 juta ton emisi CO2 dan penghematan sekitar 20 miliar euro.

    Eco driving juga menurunkan tingkat kebisingan kendaraan dan polusi udara dengan cara menjaga putaran mesin di bawah 3000 rpm.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.